How to Choose Health Insurance Plan in US?
US Health Insurance for Non-Citizens
The US government does not provide health insurance to all citizens, and people living in the United States are not required to have health insurance. This is an option, but healthcare is highly recommended and necessary as it is much more expensive than any other country in the world.
There are two types of health insurance in the United States, private and public. Most people use a combination of the two. Public Health Insurance in the United States is Medicare, Medicaid, and the Children's Health Insurance Program.
How to Choose a Good US Health Insurance Plan?
When seeking health insurance, be sure to ask the following questions:
Does this package entitle you to visit the doctor, hospital, clinic or pharmacy of your choice?
Do professionals such as optometrists and dentists have insurance?
Does the package cover any special medical conditions or treatments such as pregnancy, mental health care, or physiotherapy?
Does the package include home care or home care and any medications your doctor may prescribe?
What is the reduction target? Anyone paying for it themselves?
What is the maximum amount I have to pay out of my pocket to cover costs?
Also understand how your provider handles billing or service disputes, as some plans may require a third party to decide how to resolve the issue. The GeoBlueXplorer plan is recommended for foreigners in the United States
AMERICAN HEALTH INSURANCES
Medicare
Medicare is the national health insurance program since 1966. We provide health insurance not only for US citizens over the age of 65, but also for young people with end-stage kidney disease, ALS, and other disabilities.
According to data, in 2018 Medicare provided medical care to approximately 60 million people in the United States, of whom more than 51 million are 65 years of age or older.
The Medicare program is divided into four sections.
Part A-covers hospitals, skilled care and hospital services.
Part B – Covers outpatient services, hospital outpatient costs, including services provided by multiple providers during hospitalization
Part C – An alternative called managed Medicare, where the patient chooses health insurance with at least the same coverage as Parts A and B, often Part D benefits, and annual spending restrictions that A and B don't have. I can do that. To sign this section, you must first sign part A and part B.
Section D-Mainly covers self-administered prescription drugs.
Medicaid
Medicaid is a federal and state program that helps people with limited income and resources meet their healthcare costs while covering benefits that Medicare does not typically cover, such as nursing home care and personal care services.
It is the largest source of funding for medical and health-related services for low-income people in the United States. According to the data, the United States provides health insurance to 71 million people with low incomes or disabilities, which is 23% of the total United States population.
Children's Health Insurance Program
Formerly known as the State Children's Health Insurance Program (SCHIP), the program is not low enough to qualify for Medicaid but provides health insurance for children in middle-income families.
The Affordable Care Act – Obamacare
The Patient Protection and Affordable Care Act is a federal law signed into law by President Obama that requires all citizens to have health insurance or be penalized. The law was designed to reduce healthcare costs while providing Americans with better healthcare, so it subsidized low-income households by taxing healthcare providers and high-income households.
The Affordable Care Act allows parents to put their children on insurance up to the age of 26 to encourage healthy young people to contribute. Even with chronic diseases, poor people can be treated instead of the emergency room.
US private health insurance
There are approximately 1,000 private health insurance companies in the United States, each offering different plans at different prices, most of which depend on the individual's medical history. However, some individual packages are for one person only, while others are group packages, especially for families.
In general, there are three types of health insurance in the United States.
Traditional service-fee health insurance plans are typically the most expensive in the United States and the most difficult for those on below-average incomes to purchase. However, this is the best plan as it is the most flexible.
A Health Maintenance Organization (HMO) that not only offers healthcare providers limited options, but also offers a lower cost of ownership and assumes a larger portion of the cost of preventative care. They are evaluated and certified by the National Quality Assurance Commission.
The same Preferred Provider Organization (PPO) as the HMO has a lower cost of ownership but offers a list of available providers, giving you more flexibility when choosing a provider.
Reference and credit: visaguide.work
CARA SHOLAT TAHAJUD ALA RASULULLAH DILENGKAPI BACAAN DOA
Cara sholat tahajud – Sholat ini merupakan sholat yang disunnahkan dalam Islam. Tapi sebagian ulama berpendapat bahwa secara khusus, sholat ini wajib bagi Nabi Muhammad.
Al-Qur’an menganjurkan agar seorang muslim melaksanakan sholat ini sebagaimana di
dalam Surat Al-Isra ayat 79:
وَمِنَ اللَّيْلِ فَتَهَجَّدْ بِهِ نَافِلَةً
لَّكَ عَسَىٰ أَن يَبْعَثَكَ رَبُّكَ مَقَامًا مَّحْمُودًا
Artinya, “Pada sebagian malam, hendaklah kau bertahajud
sebagai tambahan bagimu. Semoga Tuhanmu mengangkatmu ke derajat terpuji,”
(Surat Al-Isra ayat 79)
KAPAN SHOLAT TAHAJJUD DILAKSANAKAN?
Dalam melaksanakan sholat tahajjud, seorang muslim harus
melakukannya di malam hari. Sholat ini dilaksanakan setelah sholat isya’.
Beberapa ulama mengatakan bahwa yang sangat baik dalam melaksanakan sholat
tahajud ialah di sepertiga akhir malam. Yakni di antara setelah dini hari
sampai waktu subuh.
Sholat tahajud yang benar dalam pandangan beberapa ulama
dianjurkan untuk tidur terlebih dahulu. Namun ada juga ulama berpendapat bahwa tidak apa melakukan sholat ini meskipun tanpa tidur terlebih dahulu.
Imam Romli di dalam kitab Nihayatul Muhtaj Ila Syarhil
Minhaj mengatakan:
ويسن (التهجد) بالإجماع لقوله تعالى {ومن
الليل فتهجد به نافلة لك} [الإسراء: 79] ولمواظبته – صلى الله عليه وسلم – وهو التنفل
ليلا بعد نوم
Artinya: Shalat Tahajjud sunnah berdasarkan ijma’ ulama
sebab firman Allah Taala di dalam QS. Al-Isra’ ; 79 dan atas dasar ketekunan
Rasulullah SAW dalam melakukannya. Shalat tersebut ialah sholat sunnah yang
dilakukan setelah bangun tidur. (Syihabuddin Al-Ramli, Nihayatul Muhtaj Ila
Syarhil Minhaj, Beirut-Dar al fikr, 1404 H., hal. 131 juz 2.)
SHOLAT TAHAJUD BERAPA RAKAAT?
Jumlah rakaat sholat tahajud berdasar beberapa hadis ialah beragam. Salah satu riwayat mengatakan bahwa yang disunnahkan ialah 11 -13 rakaat. Sebagaimana di dalam hadis riwayat ‘Aisyah RA:
مَا كَانَ يَزِيدُ فِى رَمَضَانَ وَلاَ غَيْرِهِ عَلَى إِحْدَى عَشْرَةَ رَكْعَةً ، يُصَلِّى أَرْبَعَ رَكَعَاتٍ فَلاَ تَسْأَلْ عَنْ حُسْنِهِنَّ وَطُولِهِنَّ ، ثُمَّ يُصَلِّى أَرْبَعًا فَلاَ تَسْأَلْ عَنْ حُسْنِهِنَّ وَطُولِهِنَّ ، ثُمَّ يُصَلِّى ثَلاَثًا
Artinya: “Nabi Muhammad tidak pernah menambah shalat malam di bulan Ramadlan demikian juga di bulan yang lain lebih dari 11 raka’at. Dimana beliau melakukan shalat empat raka’at. Maka janganlah kamu menanyakan tentang bagus dan panjangnya. Lalu beliau shalat empat raka’at lagi dan jangan tanyakan mengenai bagus dan panjangnya. Lalu beliau shalat tiga raka’at.”[HR. Bukhari no. 3569 dan Muslim no. 738.].
Adapun Ibnu ‘Abbas juga meriwayatkan suatu hadis yakni:
كَانَ صَلاَةُ النَّبِىِّ – صلى الله عليه وسلم – ثَلاَثَ عَشْرَةَ رَكْعَةً . يَعْنِى بِاللَّيْلِ
Artinya: “Rasulullah SAW biasa melaksanakan shalat malam sebanyak 13 raka’at. ”[HR. Bukhari no. 1138 dan Muslim no. 764].
Kemudian apakah boleh menambah atau mengurangi sholat tahajjud melebih 11 atau 13 rakaat? Jawabannya adalah boleh. Sebagaimana pandangan Al-Qodhi sebagai berikut:
وَلَا خِلَاف أَنَّهُ لَيْسَ فِي ذَلِكَ حَدّ لَا يُزَاد عَلَيْهِ وَلَا يَنْقُص مِنْهُ ، وَأَنَّ صَلَاة اللَّيْل مِنْ الطَّاعَات الَّتِي كُلَّمَا زَادَ فِيهَا زَادَ الْأَجْر ، وَإِنَّمَا الْخِلَاف فِي فِعْل النَّبِيّ صَلَّى اللَّه عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَمَا اِخْتَارَهُ لِنَفْسِهِ
Artinya: “Tidak ada perbedaan bahwa tidak ada batasan jumlah raka’at di dalam melakukan shalat malam, tidak mengapa jika ingin ditambah atau jika ingin dikurangi. Sebab, shalat malam merupakan ketaatan yang apabila seorang muslim menambah jumlah raka’atnya, maka pahalanya juga akan bertambah. Jika dilakukan seperti ini, maka hal itu hanya menyelisihi perbuatan Rasululah dan menyelisihi pilihan yang beliau pilih untuk dirinya sendiri.” [Kitab Al Minhaj Syarh Shahih Muslim bin Al Hajjaj, An Nawawi, 6/19, Dar Ihya’ At Turots Al Arobi Beirut, cetakan kedua, 1392].
Sholat ini juga dikerjakan dengan pola dua rakaat dua rakaat. Sebagaimana hadis Nabi ketika ditanya seorang sahabatnya:
صَلاَةُ اللَّيْلِ مَثْنَى مَثْنَى ، فَإِذَا خَشِىَ أَحَدُكُمُ الصُّبْحَ صَلَّى رَكْعَةً وَاحِدَةً ، تُوتِرُ لَهُ مَا قَدْ صَلَّى
Artinya: “Shalat malam itu dikerjakan dua raka’at-dua raka’at. Jika salah seorang di antara kamu semua takut masuk waktu shubuh, maka kerjakanlah satu raka’at. Dengan itu berarti kalian menutup shalat tadi dengan witir.” [HR. Bukhari no. 990 dan Muslim no. 749].
TATA CARA MELAKUKAN SHOLAT TAHAJJUD
Pertama, ialah niat. Sebagaimana dalam ibadah yang lain, niat
adalah kunci suatu ibadah. Niat menjadi pembeda antara ibadah dan kegiatan non
ibadah, atau antara suatu ibadah dengan ibadah lainnya. Adapun bacaan niat
dalam sholat tahajud ialah:
اُصَلِّى سُنَّةً التَّهَجُّدِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ ِللهِ تَعَالَى
Artinya: Aku berniat shalat Tahajud dua rakaat menghadap
kiblat karena Allah semata.
Yang terpenting adalah niat ini dibaca dalam hati ketika takbiratul ihram. Sholat kemudian
dilanjutkan dengan bacaan fatihah, surat, rukuk dan seterusnya sebagaimana sholat yang lain dengan menutupnya dengan salam di
rakaat yang kedua.
DOA SETELAH TAHAJUD
Cara sholat tahajud dan bacaannya tahap selanjutnya adalah doa. Adapun doa setelah sholat tahajjud ialah:
اَللهُمَّ رَبَّنَا لَكَ الْحَمْدُ اَنْتَ قَيِّمُ السَّمَوَاتِ وَاْلاَرْضِ
وَمَنْ فِيْهِنَّ. وَلَكَ الْحَمْدُ اَنْتَ مَلِكُ السَّمَوَاتِ واْلاَرْضِ وَمَنْ
فِيْهِنَّ. وَلَكَ الْحَمْدُ اَنْتَ نُوْرُ السَّمَوَاتِ وَاْلاَرْضِ وَمَنْ فِيْهِنَّ.
وَلَكَ الْحَمْدُ اَنْتَ الْحَقُّ وَوَعْدُكَ الْحَقُّ وَلِقَاءُكَ حَقٌّ وَقَوْلُكَ
حَقٌّ وَالْجَنَّةُ حَقٌّ وَالنَّارُ حَقٌّ وَالنَّبِيُّوْنَ حَقٌّ وَمُحَمَّدٌ صَلَّى
اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ حَقٌّ وَالسَّاعَةُ حَقٌّ. اَللهُمَّ لَكَ اَسْلَمْتُ وَبِكَ
اَمَنْتُ وَعَلَيْكَ تَوَكَّلْتُ وَاِلَيْكَ اَنَبْتُ وَبِكَ خَاصَمْتُ وَاِلَيْكَ
حَاكَمْتُ فَاغْفِرْلِيْ مَاقَدَّمْتُ وَمَا اَخَّرْتُ وَمَا اَسْرَرْتُ وَمَا اَعْلَنْتُ
وَمَا اَنْتَ اَعْلَمُ بِهِ مِنِّيْ. اَنْتَ الْمُقَدِّمُ وَاَنْتَ الْمُؤَخِّرُ لاَاِلَهَ
اِلاَّ اَنْتَ. وَلاَ حَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ اِلاَّ بِاللهِ
Artinya: “Ya Allah,
Tuhan kami, segala puji bagi-Mu, Engkau penegak langit, bumi, dan makhluk di
dalamnya. Segala puji bagi-Mu, Engkau penguasa langit, bumi, dan makhluk di
dalamnya. Segala puji bagi-Mu, Engkau cahaya langit, bumi, dan makhluk di
dalamnya. Segala puji bagi-Mu, Engkau Maha Benar. Janji-Mu benar. Pertemuan
dengan-Mu kelak itu benar. Firman-Mu benar adanya. Surga itu nyata. Neraka pun
demikian. Para nabi itu benar. Demikian pula Nabi Muhammad SAW itu benar. Hari
Kiamat itu benar. Ya Tuhanku, hanya kepada-Mu aku berserah. Hanya kepada-Mu
juga aku beriman. Kepada-Mu aku pasrah. Hanya kepada-Mu aku kembali. Karena-Mu
aku rela bertikai. Hanya pada-Mu dasar putusanku. Karenanya ampuni dosaku yang
telah lalu dan yang terkemudian, dosa yang kusembunyikan dan yang kunyatakan,
dan dosa lain yang lebih Kau ketahui ketimbang aku. Engkau Yang Maha Terdahulu
dan Engkau Yang Maha Terkemudian. Tiada Tuhan selain Engkau. Tiada daya upaya
dan kekuatan selain pertolongan Allah.”
Doa ini cibaca setelah melakukan sholat tahajjud. Doa Nabi
Muhammad ini sebagaimana tertera di dalam Aladzkar yang ditulis oleh Imam
Nawawi.
Demikian cara sholat tahajud sebagaimana yang diajarkan Nabi
Muhammad. Semoga tulisan ini bisa bermanfaat untuk para pembaca sekalian.
Wallahu a’lamu bisshowab.
HUKUM MENELAN LUDAH SAAT PUASA DALAM PANDANGAN ULAMA
Hukum Menelan Ludah Saat Puasa – Puasa di bulan Ramadhan merupakan hal yang diwajibkan di dalam Islam. Seorang muslim yang mukallaf (berakal dan sudah baligh) dan tidak berhalangan diwajibkan untuk berpuasa.
Puasa ini telah dilakukan oleh kaum-kaum sebelum Nabi Muhammad, adapun puasa di era umat muslim saat ini, merupakan penyempurnaan dari puasa-puasa kaum sebelumnya.
Hal ini sebagaimana yang difirmankan Allah SWT di dalam QS Al-Baqarah: 183-184:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ أَيَّاماً مَعْدُودَاتٍ فَمَنْ كَانَ مِنْكُمْ مَرِيضاً أَوْ عَلَى سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِنْ أَيَّامٍ أُخَرَ
Artinya: “Wahai orang-orang yang beriman. Diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang sebelum kamu agar kamu bertakwa. (Yaitu) beberapa hari tertentu. Maka barangsiapa diantara kamu sakit atau dalam perjalanan (lalu tidak berpuasa) maka (wajib mengganti) sebanyak hari (yang dia tidak berpuasa itu) pada hari-hari yang lain”
Puasa di bulan Ramadhan merupakan rukun Islam yang keempat. Sebagaimana ibadah yang lain di dalam Islam, puasa diharuskan mengikuti tuntunan yang telah digariskan dalam Islam melalui Al-Qur’an dan Hadis Nabi.
Tuntunan tersebut berupa rukun-rukun yang harus dijalankan bagi orang yang berpuasa. Rukun tersebut seperti berniat berpuasa di malam hari sebelum puasa dan menahan dari segala hal yang membatalkan puasa. Salah satu hal yang membatalkan puasa adalah masuknya sesuatu ke dalam lubang di tubuh secara sengaja.
Lalu bagaimana dengan menelan ludah saat puasa menurut Islam. Apakah hal itu bisa menyebabkan puasa menjadi batal? Berikut penjelasan lengkapnya:
Berkaitan dengan menelan air ludah bagi orang yang sedang berpuasa, Imam Nawawi mengatakan:
ابتلاع الريق لا يفطر بالاجماع إذا كان على العادة لانه يعسر الاحتراز منه
Artinya: “Menelan air liur itu tidak membatalkan puasa sesuai kesepakan para ulama. Hal ini berlaku jika orang yang berpuasa tersebut memang biasa mengeluarkan air liur. Sebab susahnya memproteksi air liur untuk masuk kembali.” (Abi Zakriya Muhyiddin bin Syaraf an-Nawawi, al-Majmu’, Maktabah al-Irsyad, Jeddah, juz 6, halaman 341)
Hukum menelan ludah saat puasa Ramadhan tidak membatalkan puasa asalkan memenuhi 3 syarat. Artinya jika 3 syarat tersebut tidak terpenuhi maka ludah yang ditelan saat berpuasa menjadi penyebab batalnya puasa.
Adapun syarat-syarat yang yang harus dipenuhi ialah sebegai berikut:
PERTAMA:
Air ludah harus tidak bercampur dengan sesuatu yang lain. Seperti contoh seorang penjahit yang kebetulan memasukkan benang ke dalam mulutnya, lalu pewarna dari benang itu luntur dan merubah warna air ludah, air ludah seperti itu tidak boleh ditelan karena bisa menyebabkan puasa menjadi batal.
Hal ini juga berlaku seperti ketika gusi orang berpuasa berdarah, maka dia tidak boleh menelan darah tersebut. Yang demikian sebagaimana yang sudah diterangkan di dalam kitab Asna al-Mathalib:
لو (ابتلع ريقه الصرف لم يفطر ولو بعد جمعه ويفطر به إن تنجس) كمن دميت لثته أو أكل شيئا نجسا ولم يغسل فمه حتى أصبح وإن ابيض ريقه وكذا لو اختلط بطاهر آخر – كمن فتل خيطا مصبوغا تغير به ريقه
“Jika seseorang menelan air liurnya yang masih murni maka hal tersebut tidak membatalkan puasanya, meskipun air liurnya ia kumpulkan (menjadi banyak). Dan menelan air liur dapat membatalkan puasa ketika air liurnya terkena najis, seperti seseorang yang gusinya berdarah, atau ia mengonsumsi sesuatu yang najis dan mulutnya tidak ia basuh sampai masuk waktu subuh. Bahkan meskipun air liur (yang terkena najis) warnanya masih bening. Begitu juga (puasa menjadi batal ketika menelan) air liur yang bercampur dengan perkara suci yang lain, seperti orang yang membasahi dengan air liur pada benang jahit yang ditenun, lalu air liurnya berubah warna” (Syekh Zakariya al-Anshari, Asna al-Mathalib, Juz 5, Hal. 305)
Mengenai gusi yang berdarah secara terus menerus tanpa henti. Imam Al-Auza’i memberikan pendapatnya:
ـ (قوله كمن دميت لثته) قال الأذرعي لا يبعد أن يقال من عمت بلواه بدم لثته بحيث يجري دائما أو غالبا أنه يتسامح بما يشق الاحتراز عنه ويكفي بصقه الدم ويعفى عن أثره ولا سبيل إلى تكليفه غسله جميع نهاره إذا الفرض أنه يجري دائما أو يترشح وربما إذا غسله زاد جريانه .
“Imam al-Adzra’i berkata: “tidak jauh untuk diucapkan bahwa seseorang yang sering dikenai cobaan berupa gusi berdarah yang terus mengalir atau pada umumnya waktu (puasa) maka ditoleransi (ma’fu) kadar (darah gusi) yang sulit untuk dihindari, cukup baginya untuk membuang darah tersebut dan di hukumi ma’fu bekas darah yang tersisa. (sebab) tidak ada jalan untuk menuntutnya agar membasuh darah ini pada seluruh waktu siang, sebab kenyataannya darah ini terus-menerus mengalir atau meresap, dan terkadang ketika dibasuh justru darah gusi semakin bertambah mengalir” (Syekh Zakariya al-Anshari, Asna al-Mathalib, juz 5, hal. 305)
KEDUA:
air ludah tersebut belum keluar dari bibir bagian luar. Apabila ada seorang yang berpuasa kemudian secara sengaja memasukkan kembali air liur yang sudah melewati batas bibir bagian luar, maka puasa ialah batal.
Ketentuan di atas tentunya tidak berlaku jika seorang yang berpuasa tidak senagaj atau lupa. Hal ini sebagaimana hadis Nabi:
مَنْ أَكَلَ نَاسِيًا، وَهُوَ صَائِمٌ، فَلْيُتِمَّ صَوْمَهُ، فَإِنَّمَا أَطْعَمَهُ اللَّهُ وَسَقَاهُ
“Barangsiapa menyantap makanan karena lupa padahal dia sedang puasa, hendaklah ia sempurnakan puasanya, sebab Allah-lah yang memberinya makanan dan minuman.” (HR. Bukhari).
KETIGA:
Mengumpulkan air liur kemudian menelannya secara sengaja. Tetap dalam hal ini terdapat dua pendapat. Hukum menelan air liur saat puasa bagi orang yang seperti ini terjadi khilaf di kalangan ulama, namuan yang paling shahih adalah pendapat yang mengatakan bahwa hal tersebut tidak membatalkan puasa.
Demikianlah hukum menelan ludah saat puasa. Semoga tulisan ini dapat bermanfaat dan memberikan kejelasan bagi teman-teman yang sedang butuh jawaban. Pada akhirnya akan ditutup dengan wallahu a’kamu bissowab.
Cara Sholat Jenazah (Dilengkapi Bacaan Doa dan Dalil)
Cara sholat jenazah - Berdasar kesepakatan para ulama, sholat ini hukumnya adalah fardhu kifayah.
Apakah fardhu kifayah itu? Nah, fardhu kifayah adalah kewajiban kolektif
bagi umat Islam. Kewajiban yang dibebankan kepada semua umat Islam.
Artinya, jika di suatu lingkungan ada seorang muslim yang meninggal, tapi ternyata
tidak ada umat muslim lain yang mensholatinya, maka semua umat muslim di
lingkungan tersebut berdosa.
Tapi, jika ada satu saja muslim yang mensholatinya, maka gugurlah kewajiban
kolektif tersebut dan tidak ada yang berdosa.
KEUTAMAAN MELAKUKAN SHOLAT JENAZAH
Dalam salah satu hadisnya Nabi bersabda mengenai sholat jenazah sebagai
berikut:
مَنْ صَلَّى عَلَى جَنَازَةٍ وَلَمْ
يَتْبَعْهَا فَلَهُ قِيرَاطٌ فَإِنْ تَبِعَهَا فَلَهُ قِيرَاطَانِ. قِيلَ وَمَا
الْقِيرَاطَانِ قَالَ أَصْغَرُهُمَا مِثْلُ أُحُدٍ
Artinya: “Sesiapa yang mensolatkan jenazah dan tidak mengiringinya (ke
pemakaman), dia akan mendapatkan pahala satu qirath. Apabila ia juga mengiringinya
(hingga pemakaman),maka dia akan memperoleh pahala dua qirath.” Ditanyakan,
“Apa itu dua qirath?” Beliau menjawab, “Yang terkecil di antaranya ialah
seperti Gunung Uhud.” (HR. Muslim)
RUKUN SHOLAT JENAZAH
Sebagaimana ibadah lainnya, dalam sholat jenazah terdapat rukun yang harus dipenuhi. Jika tidak, maka sholat dianggap batal.
Rukun sholat jenazah itu ada 8 sob. Adapun rinciannya ialah sebagai berikut:
1. Niat (ketika takbiratul ihram)
2. Melakukan dengan berdiri bagi orang yang mampu
3. Bertakbir sebanyak empat kali
4. Mengangkat tangan di saat melakukan takbir yang pertama
5. Membaca surah Al-Fatihah
6. Membaca solawat Nabi
7. Mendoakan jenazah
8. Yang terakhir adalah Salam
CARA SHOLAT JENAZAH
Nah, sebelum saya mengurai mengenai cara sholat jenazah beserta bacaannya, perlu
diingat nih sob, sebagaimana sholat yang lain, dalam sholat jenazah, orang yang
melakukan sholat juga harus suci dari hadas kecil dan hadas besar, serta suci
pakaain dan suci tempatnya.
Setelah sudah dipastikan semuanya beres, baru sholat jenazah bisa
dilakukan. Adapun cara melakukan sholat jenazah ialah sebagai berikut:
1. NIAT
Melafalkan niat ini hukumnya tidak wajib. Niat wajib dinyatakan dalam hati
ketika melakukan takbir atul ihram.
Tapi dianjurkan mengucapkan niat sebelum takbir supaya kita ingat ibadah apa
yang sedang kita kerjakan. Cara sholat jenazah beserta niatnya:
Niat sholat jenazah ( bagi makmum) jika yang meninggal laki-laki
اُصَلِّى عَلَى هَذَاالْمَيِّتِ اَرْبَعَ
تَكْبِرَاتٍ فَرْضَ الْكِفَايَةِ مَأْمُوْمًا ِللهِ تَعَالَى
Artinya: Saya niat sholat terhadap mayit ini dengan empat kali takbir
fardhu kifayah, sebagai makmum, karena Allah Ta’ala.
Niat sholat jenazah ( bagi makmum) jika yang meninggal perempuan
اُصَلِّى عَلَى هَذِهِ الْمَيِّتَةِ اَرْبَعَ
تَكْبِرَاتٍ فَرْضَ الْكِفَايَةِ مَأْمُوْمًا ِللهِ تَعَالَى
Artinya: Saya niat sholat terhadap mayit ini dengan empat kali takbir
fardhu kifayah, sebagai makmum, karena Allah Ta’ala.
Atau jika sobat tidak tau jenis kelamin dari jenazah. Sobat bisa
menggunakan lafadz niat ini:
أُصَلِّيْ
عَلَى مَنْ صَلَّى عَلَيْهِ الْإِمَامُ أَرْبَعَ تَكْبِيْرَاتٍ فَرْضَ كِفَايَةٍ
لِلّٰهِ تَعَالَى
“Saya sholat atas mayyit yang disolati oleh imam, empat kali takbir,
fardu kifayah, karena Allah Ta’ala.”
2. TAKBIRATUL IHRAM
Selanjutnya sobat diharuskan melafalkan takbir. Saat bertakbir, dianjurkan
untuk mengangkat tangan sebagaimana sholat biasanya.
Pada sata takbir pertama ini, sobat juga harus menyatakan (ta'yin) niat di dalam
hati.
Setelah meletakkan tangan di atas pusar, dilanjutkan dengan membaca surah
Al-fatihah. Adapun bacaannya ialah sebagai berikut:
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ
الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ
مَالِكِ يَوْمِ الدِّينِ
إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ
اهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيمَ
صِرَاطَ الَّذِينَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ
غَيْرِ الْمَغْضُوبِ عَلَيْهِمْ وَلَا الضَّالِّينَ
3. TAKBIR KEDUA
Di bagian takbir kedua ini, sebagaimana takbir pertama, angkat tangan dan
letakkan di atas pusar.
Setelah itu baru membaca sholawat kepada Nabi. Sholawat Nabi yang
dianjurkan dalam hal ini ialah sholawat ibrahimiyyah.
Adapun bacaannya ialah sebagai berikut:
اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلىَ مُحَمَّدٍ وَعَلىَ
آلِ مُحَمَّدٍ كَماَ صَلَّيْتَ عَلىَ إِبْرَاهِيْمَ وَعَلىَ آلِ إِبْرَاهِيْمَ
إِنـَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ اَللَّهُمَّ باَرِكْ عَلىَ مُحَمَّدٍ وَعَلىَ آلِ
مُحَمَّدٍ كَماَ باَرَكْتَ عَلىَ إِبْرَاهِيْمَ وَعَلىَ آلِ إِبْرَاهِيْمَ
إِنـَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ
Artinya: Ya Allah, berikanlah rahmat (sholawat) atas Nabi Muhammad dan juga
keluarga Nabi Muhammad sebagaimana Engkau telah memberikan rahmat (sholawat)
atas Nabi Ibrahim dan keluarga daripada Nabi Ibrahim. Sebenarnya Engkau ialah
yang Maha Terpuji dan yang Maha Mulia. Ya Allah, berikanlah berkah atas Nabi
Muhammad dan keluarga daripada Nabi Muhammad sebagaimana yang telah Engkau berikan
atas Nabi Ibrahim dan keluarga daripada Nabi Ibrahim. Sebenarnya Engkau ialah
yang Maha Terpuji dan yang maha Maha Mulia.
4. TAKBIR KETIGA
Pada takbir ketiga ini sobat juga melakukan hal yang sama seperti takbir
sebelumnya. Bedanya, setelah meletakkan tangan di atas pusar, sobat dianjurkan
untuk membaca doa yang dikhususkan kepada jenazah yang meninggal.
Jika jenazahnya laki-laki (Versi panjang).
اللَّهُمَّ اغْفِرْ لَهُ وَارْحَمْهُ
وَعَافِهِ وَاعْفُ عَنْهُ وَأَكْرِمْ نُزُلَهُ وَوَسِّعْ مُدْخَلَهُ وَاغْسِلْهُ
بِالْمَاءِ وَالثَّلْجِ وَالْبَرَدِ وَنَقِّهِ مِنَ الْخَطَايَا كَمَا نَقَّيْتَ
الثَّوْبَ الأَبْيَضَ مِنَ الدَّنَسِ وَأَبْدِلْهُ دَارًا خَيْرًا مِنْ دَارِهِ
وَأَهْلاً خَيْرًا مِنْ أَهْلِهِ وَزَوْجًا خَيْرًا مِنْ زَوْجِهِ وَأَدْخِلْهُ
الْجَنَّةَ وَأَعِذْهُ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ أَوْ مِنْ عَذَابِ النَّارِ
Artinya: Ya Allah, berikan ampunan dan rahmat bagi dia. Mohon bebaskan
dan maafkan dia. Luaskan kuburnya dan mandikan dia dengan air, salju dan juga
dengan embun. Mohon sucikan dia dari segala salah sebagaimana dibersihkannya
kain yang putih dari suatu kotoran. Berikanlah d ia rumah yang lebih baik daripada
rumahnya (di dunia), keluarga yang lebih baik daripada keluarganya (di dunia),
pasangan yang lebih baik daripada pasangannya (di dunia). Kemudian, masukkanlah
dia ke syurga dan berikan perlindungan dia dari cobaan di kuburan dan adzab di neraka.
Jika jenazahnya perempuan (Versi panjang):
اللَّهُمَّ اغْفِرْ لَهَا وَارْحَمْهَا
وَعَافِهَا وَاعْفُ عَنْهَا وَأَكْرِمْ نُزُلَهَا وَوَسِّعْ مُدْخَلَهَا
وَاغْسِلْهَا بِالْمَاءِ وَالثَّلْجِ وَالْبَرَدِ وَنَقِّهَا مِنَ الْخَطَايَا
كَمَا نَقَّيْتَ الثَّوْبَ الأَبْيَضَ مِنَ الدَّنَسِ وَأَبْدِلْهَا دَارًا
خَيْرًا مِنْ دَارِهَا وَأَهْلاً خَيْرًا مِنْ أَهْلِهَا وَزَوْجًا خَيْرًا مِنْ
زَوْجِهَا وَأَدْخِلْهَا الْجَنَّةَ وَأَعِذْهَا مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ أَوْ مِنْ
عَذَابِ النَّارِ
Artinya: Ya Allah, berikan ampunan dan rahmat bagi dia. Mohon bebaskan
dan maafkan dia. Luaskan kuburnya dan mandikan dia dengan air, salju dan juga
dengan embun. Mohon sucikan dia dari segala salah sebagaimana dibersihkannya
kain yang putih dari suatu kotoran. Berikanlah d ia rumah yang lebih baik daripada
rumahnya (di dunia), keluarga yang lebih baik daripada keluarganya (di dunia),
pasangan yang lebih baik daripada pasangannya (di dunia). Kemudian, masukkanlah
dia ke syurga dan berikan perlindungan dia dari cobaan di kuburan dan adzab di neraka.
Jika doa di atas menurut sobat kepanjangan, di takbir ketiga ini, sobat
bisa membaca doa yang lebih pendek. Jika jenazahnya laki-laki:
اللَّهُمَّ اغْفِرْ لَهُ وَارْحَمْهُ
وَعَافِهِ وَاعْفُ عَنْهُ
Artinya: Ya Allah, berikan ampunan dan rahmat bagi dia. Mohon bebaskan dan
maafkan dia.
Jika jenazahnya perempuan:
اللَّهُمَّ اغْفِرْ لَهَا وَارْحَمْهَا
وَعَافِهَا وَاعْفُ عَنْهَا
Artinya: Ya Allah, berikan ampunan dan rahmat bagi dia. Mohon bebaskan dan
maafkan dia.
5. TAKBIR KEEMPAT / TERAKHIR
Kamudian sobat bertakbir lagi, takbir ini adalah takbir yang keempat
sekaligus yang terakhir.
Setelah bertakbir dan meletakkan kedua tangan di atas pusar, sobat
dianjurkan untuk membaca doa terhadap jenazah dan orang yang ditinggalkan.
Jika jenazahnya laki-laki maka berdoa sebagai berikut:
اللَّهُمَّ لاَ تَحْرِمْنَا أَجْرَهُ وَلاَ
تَفْتِنَّا بَعْدَهُ وَ اغْفِرْ لَنَا وَلَهُ
Artinya: Ya Allah, mohon jangan haramkan kami dari pahalanya dan jangan
cobai kami setelah kepergiannya. Berikan ampunan pada kami dan ampunan pada
dia.
Jika jenazahnya perempuan:
اللَّهُمَّ لاَ تَحْرِمْنَا أَجْرَهَا وَلاَ
تَفْتِنَّا بَعْدَهَا وَ اغْفِرْ لَنَا وَلَهَا
Artinya: Ya Allah, mohon jangan haramkan kami dari pahalanya dan jangan
cobai kami setelah kepergiannya. Berikan ampunan pada kami dan ampunan pada
dia.
Beberapa doa yang disebutkan di atas adalah cara sholat jenazah sesuai
sunnah.
6. SALAM
Yang terakhir dalam sholat jenazah ini adalah mengucapkan salam.
Salam ini dilakukan sebagaimana sholat biasanya yakni salam pertama menoleh
ke kanan dan salam kedua menoleh ke kiri sambil membaca:
السَّلاَمُ عَلَيْكَم وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَ
بَرَكَاتُهُ
Artinya: Semoga salam (keselamatan), rahmatnya Allah dan berkahNya dilimpahkan
atas kalian semua
Demikian adalah cara sholat jenazah. Semoga tulisan ini bisa bermanfaat
untuk semua sobat sekalian. Jika ada kesalahan mohon dikoreksi di kolom
komentar. Terimakasih. Wallahu a'lamu bis sowab.







