Pengalaman Menjadi Volunteer di Negeri Gajah Putih (Part 1)
Dialog Tanpa Emosi
Salah satu rupa dialog yang tidak baik adalah dialog yang tidak fokus pada subtansi permasalahan. Mereka terlalu melibatkan emosi dalam dialog. Seperti contoh, Ratna adalah teman dekat Rika untuk mengerjakan tugas bersama. Tatkala Ratna sedang nugas, Rika membuat kopi untuknya. Ternyata kopinya terlalu pahit. Dengan emosi Ratna protes. "Rik, kopinya kok agak pahit ya", dengan sedikit bercanda.
Melibatkan emosi dalam dialog seperti inilah yang kemudian meruntuhkan jejaring dan menghambat peluang-peluang antar manusia. Bisa jadi kelak Ratna atau Rika menjadi HRD di perusahaan yang diimpikan salah satu di antara mereka, atau sebelumnya mereka berdua adalah sosok yang saling membantu ketika yang lain ada masalah, karena emosi dalam dialog kopi, hal-hal tersebut hilang dengan seketika.
Contoh lain seperti pada saat perjalannya ke tempat kerja, mobil A tidak sengaja menyenggol mobil si B. Dari peristiwa itu, kemudian si B turun dari mobil, dia emosi dan memaki-maki si A, bahkan si B sampai memukul si A beberapa kali.
Contoh-contoh di atas adalah contoh bagaimana dialog yang terlalu melibatkan emosi marah itu tidak baik. Kemudian bagaimana dengan emosi senang dan takut? Sejatinya sama saja. Terlau melibatkan emosi senang dalam dialog akan menjadikan pergeseran pokok topik dari subtansi dialog, apalagi emosi takut. Perasaab takut akan menyebabkan banyak problem tidak selesai.
Hendaknya dalam dialog manusia tidak terlalu mengedepankan emosi. Fokus pada subtansi dan pokok permasalahan yang dituju. Jika kemudian pokok topiknya adalah kopi yang pahit, maka fokusnya adalah bagaimana menjadikan kopi itu tidak pahit, apakah dengan menambahkan gula atau menggantinya dengan kopi baru. Atau jika topiknya adalah mobil yang rusak dan harus ada uang ganti rugi karena kerusakan, seharusnya fokus dialog harus tertuju ke sana, dengan tanpa terlalu melibatkan emosi marah yang kerap kali hanya akan menjadikan permasalahan semakin runyam. Atau jika pokok masalahnya adalah dia punya problem di perkualiahan dan solusinya harus menemui dekan, maka dia harus berdialog dan menyingkirkan rasa takutnya, maka problem akan selesai.
Dengan contoh-contoh di atas bukan berarti emosi itu dilarang dalam dialog. Emosi dibutuhkan karena tanpa emosi manusia akan kaku. Emosi tidak akan pernah luput dalam diri manusia, namun yang terpenting bagaimana manusia bisa menakar dan mengekspresikan emosi itu di waktu dan tempat yang tepat. Seperti meluapkan emosi kesedihan dengan curhat dan menangis kepada teman dekat ketika sedang menghadapi masalah, karena hal itu akan membuang sampah-sampah emosi di alam bawah sadar yang jika dibiarkan akan meledak. Atau emosi rasa takut ketika manusia tau bahwa harus berhadapan dengan hal yang sudah terjadi secara ril. Karena emosi itu akan menjadi bahan pertimbangan objektif dalam membuat keputusan.
Dialog adalah media yang sangat penting untuk memperoleh kebahagiaan hidup, yang bisa jadi bentuknya adalah kesuksesan, kaya raya, jabatan dan yang lainnya. Dialog dapat menjadi kunci dalam menggapai hal tersebut. Oleh sebab itu diperlukan kiat-kiat yang baik dalam berdialog, salah satu caranya adalah dengan tidak begitu melibatkan emosi. Biarkan dialog mengalir begitu saja sebagai kedudukannya media yang menghubungkan antar manusia. Bukan sebagai media mengekspresikan emosi yang ada di dalam diri. Emosi punya tempat dan waktu sendiri untuk diekspresikan.
correct me if I have some mistakes!
The best Car Insurance in USA
Logika, Etika dan Estetika Dalam Beragama
Logika, etika dan estetika adalah bagian dari filsafat yang berhubungan dengan pola pikir dan prilaku manusia. Dalam bahasa yang lebih mudah, logika adalah cara berpikir manusia mengenai benar dan salah; etika, mengenai baik dan buruk; dan estetika, mengenai indah dan jelek.
Tiga sudut pandang tersebut akan berdampak pada prilaku manusia di kehidupan nyata, pun aktivitas beragamanya. Untuk mencapai esensi agama yang sebenarnya, manusia harus bisa meletakkan ketiganya sebagai sesuatu yang imperatif, namun tetap dalam porsi dan herarki yang dibutuhkan.
Logika atau cara berfikir yang bertumpu pada benar dan salah dalam beragama mencerminkan bagaimana upaya manusia agar praktek ubudiyyah dan amaliyahnya dapat sesuai dengan tuntunan. Dalam Islam, ini adalah bentuk ijtihad dan ikhtiyar supaya seorang muslim bisa mengimplementasikan keyakinannya dalam beragama berdasarkan petunjuk dan nilai-nilai keislaman yang dibawa oleh Rasul.
Seorang muslim harus meraih nilai-nilai tersebut melalui ilmu agama yang dicari secara intensif, kontinuitas dan bersanad serta digali dari berbagai perspektif. Hal ini dikarenakan nilai-nilai logika yang terkadang kontradiktif antara saintifik dan normatif maupun progresif dan konservatif. Tanpanya, nilai-nilai logika dalam beragama bisa jadi malah berdampak pada dzillun mudzillun(sesat dan menyesatkan).
Dalam Islam, ada dua sumber utama dalam menggali nilai-nilai kebenaran: al-Qur’an dan as-Sunnah. Sedangkan dalil al-Qur’an dan as-Sunah yang memuat aturan hukum ahli ushul membaginya menjadi 2 bagian: dalil qoth’i (jelas) dan dalil dzonni (multi tafsir). Dalil qoth’i sebagaimana contoh kewajiban melakukan wudlu sebelum sholat. Di dalam Surat al-Maidah:6 “Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu hendak mengerjakan shalat, maka cucilah muka-muka kalian dan tangan-tangan kalian sampai ke siku, usaplah kepala kalian dan cucilah kaki-kaki kalian sampai kedua mata kaki”. Dalil tersebut mempunyai arti bahwa muslim yang ingin melakukan sholat, dia harus melakukan wudlu’ terlebih dahulu. Semua ulama sepakat mengenai hal itu.
Sedangkan dalil dzanny seperti tatacara pelaksanaan wudlu’ secara rinci. Sebagaimana di dalam a-Qur’an pada ayat yang sama, yang hanya menyebut wamsahu biruusikum atau “usaplah kepala kalian”. Sebagian ahli fiqh berbeda pendapat mengenai hal ini. Ulama Madzhab Syafi’i berpendapat bahwa dengan mengusap sebagian kepala, bahkan hanya beberapa helai rambut sudah mencakup dari apa yang dimaksudkan ayat tersebut, Madzhab Maliki dan dan Hambali mewajibkan mengusap seluruh kepala, sedangkan Madzhab Hanafi seperempat kepala. Ini berarti nilai-nilai logika yang mencerminkan kebenaran dalam Islam sangat luas cakupannya. Bisa jadi satu realita terdiri dari beberapa logika yang berbeda, namun pada dasarnya tetap mencerminkan nilai-nilai kebenaran yang sama.
Etika sebagai realisasi dari pandangan manusia mengenai baik dan buruk juga merupakan faktor imperatif dalam beragama. Secara herarkis nilai-nilai dalam etika juga harus disetarakan dengan logika. Banyak hadis Nabi yang berbicara mengenai urgensi etika, yang paling mashur sebagaimana hadis Nabi “Sesungguhnya saya (Rasulullah) diutus untuk menyempurnakan budi pekerti yang baik” (H.R. Ahmad), dan hadis yang lain ketika Rasul ditanya mengenai perkara yang banyak memasukkan seseorang ke dalam surga, beliau menjawab: “Taqwa kepada Allah dan berbudi pekerti yang baik” (H.R. Tirmidzi).
Kedua hadis di atas memperjelas bahwa posisi etika dalam agama Islam juga tidak boleh dinomerduakan. Artinya, ketika manusia berbicara mengenai Islam, dia tidak hanya berbicara mengenai tatanan hukum yang mengatur benar dan salah, tetapi juga tatanan etika: baik dan buruk.
Problematika dewasa ini adalah sudut pandang yang dipakai dalam beragama hanya bertumpu pada nilai-nilai logika yang cenderung subjektif dan kontradiktif, kemudian melupakan etika. Maka yang terjadi adalah manusia saling serang dan masing-masing mengklaim bahwa nilai-nilai kebenaran yang ada di dalam pikirannya merupakan kebenaran sejati. Padahal hakikat kebenaran sejati hanya bisa dilihat ketika di surga. Sejalan dengan pendapat Jalaluddin ar-Rumi: “Kebenaran bagaikan selembar cermin di tangan tuhan. Jatuh dan pecah berkeping-keping. Setiap orang memungut kepingan itu, lalu berpikir telah memiliki seluruh kebenaran”.
Oleh sebab itu peran etika sangat penting. Karena dengan dibarengi etika, logika yang berpotensi menimbulkan konflik akan dapat dikikis dengan nilai-nilainya yang santun dan mendamaikan. Dalam contoh amaliyyah, ketika seseorang menyampaikan pendapat mengenai apa yang berdasar logikanya salah, dia juga harus menjaga perasaan orang lain yang menganggap bahwa itu sesuatu yang benar. Sinergi dari dua sudut pandang tersebut kemudian akan melahirkan estetika. Estetika merupakan puncak dari seluruh nilai yang harus dicapai dalam beragama. Meskipun sifatnya abstrak, estetika dalam beragama merupakan hal yang cukup sulit dicapai. Karena banyak manusia yang masih sulit menyinergikan logika dan etika.
Sedangkan dalam ubudiyyah, contoh kecilnya adalah ketika seseorang melaksanakan sholat. Orang yang sedang sholat, secara logika atau ketentuan hukum, dia yang hanya memakai celana sepertiga, asalkan di atas pusar dan di bawah lutut, sudah dihukumi sah. Namun tentunya itu sangat bertentangan dengan nilai-nilai etika seorang hamba terhadap tuhannya. Hamba yang menghadap tuhannya dengan busana seperti itu tentu bukan hamba yang baik. Oleh sebab itu dia harus memakai pakaian yang lebih tertutup dan sopan. Setelah dua sudut pandang tersebut dilakukan dengan sempurna, baru kemudian dia bisa mencapai nilai-nilai estetika. Nilai esetetikanya adalah ketika dia bisa menjalankan sholatnya dengan penuh ketenangan dan kedamaian sebagaimana dalam hadis: “An ta’budallah ka annaka tarahu, faillam takun tarahu, fainnahu yaraka” (Engkau menyembah kepada Allah, seperti engkau melihatnya, jika engkau tidak melihatnya, maka sesungguhnya tuhanmu melihatmu). (H.R. Muslim).
G30S/PKI dalam Pandangan Prof. Salim Said
Gstapu Adalah Daulat
1965, di tengah situasi politik yang lebih menguntungkan PKI, beberapa pihak yang tidak menginginkan komunis berkuasa di Asia Tenggara mencoba untuk memainkan teori domino. Sebagaimana diketahui bahwa sebelum terjadinya gestapu, DN Aidit sempat berkunjung ke Rusia. Pada kunjunganya sempat terjadi perdebatan sengit antara Aidit dan salah satu pembesar Komunis Rusia. Mereka membicarakan perbedaan pendapat mengenai komunisme antara Rusia dan China, namun ternyata Aidit lebih memihak ke China sehingga menyulut amarah pembesar komunis Rusia tersebut. Dia berkata bahwa suatu saat akan menghancurkan komunis Indonesia. Tak heran jika setelah terjadinya gestapu, banyak pihak menuding pemrakarsa manipulasi dokumen gilkrift adalah GKB (Badan intelijen Rusia).
Gestapu merupakan salah satu operasi militer yang mayoritas eksekutornya adalah pasukan cakrabirawa (paspmapres). Bisa jadi gestapu adalah operasi yang gagal total sesuai dengan rencana awalnya, atau bahkan memang sengaja digagalkan oleh salah satu pihak yang mempunyai kepentingan.
Sebagaimana history revolusi bangsa Indonesia yang tidak lepas dari pendaulatan (penculikan tokoh agar dia mau melakukan sesuatu), seperti yang dilakukan oleh para pemuda terhadap Soekarno-Hatta agar secepat mungkin meproklamirkan kemerdekaan, atau penculikan terhadap Syahrir sebagai perdana mentri waktu itu dengan maksud pemberhentian perundingan dengan pemerintahan kolonial. Semua proses penculikan terlaksana dengan sukses tanpa melukai tokoh tersebut sedikit pun. Gestapu juga merupakan salah satu upaya pendaulatan dengan melakukan operasi penculikan terhadap tujuh jenderal. Hal ini ditenggarai ditemukannya dokumen glkrfit yang dibawa oleh duta besar Inggris di Jakarta kepada para jenderal tersebut.
Namun pada saat gerakan pendaulatan, operasi yang dituding Soekarno juga terlibat didalamnya itu disusupi oleh beberapa pihak yang mempunyai agenda politik khusus, seperti Syam Qamaruz Zaman dan beberapa biro khusus PKI yang lain. Tidak heran jika kemudian banyak kesaksian eksekutor gestapu bahwa mereka tidak tahu menahu secara rinci apa tugas yang harus dilakukan, karna memang perintah yang di berikan bersifat general.
Dalam hal ini ada bebera pihak yang di tenggarai terlibat kasus tersebut:
1. Soekarno
Soekarno. Semenjak dilantik jadi presiden pada 1945, hubungan Soekarno dengan tentara memang penuh dengan dinamika. Hal ini disebabkan oleh peristiwa agresi militer 2 Belanda ketika akan memasuki daerah Jogjakarta. Pada saat itu, jenderal Sudirman yang sedang sakit mengajak Sukarno untuk turut bergrilya masuk ke hutan sampai Indonesia benar-benar memperoleh kemenanangan. Namun Soekarno menolak dan mengajak Sudirman untuk menetap di Jogja saja, dan berjanji akan memanggil dokter Belanda agar dia diberikan perawatan. Namun bagi Soedirman, sebagai tentara yang mengadopsi kuat sumpah jabatan, hal seperti itu adalah sebuah penghianatan. Soekarno sebagai sipil dan politisi ulung, tentunya mempunyai pandangan yang berbeda, setiap sesuatu tidak harus diselesaikan dengan perang, kadang peluang kemenangan bisa terbuka dengan beberapa konsipirasi selimut dalam ruang.
Pada tahun 1965, yang menjadi Pangab (Panglima ABRI) adalah Ahmad Yhani. Dia berhasil menjadi penglima setelah Soekarno melengserkan Nasution, hal ini terjadi karna Nasution cukup radikal dalam menentang NASAKOM, ideologi yang di elu-elukan Soekarno pada dunia. Yhani yang cukup pintar, pura-pura mendukung NASAKOM agar Soekarno tidak begitu berpihak ada komunis. Maka tak heran jika Yhani cukup dipercaya oleh Soekarno. Meskipun beberapa waktu setelahnya, hal itu tdak terjadi lagi karna Soekarno mendengar cerita bahwa akibat radikalisme pandangan Nasution tentang Soekarno dan NASAKOM, Yhani akan melakukan serangan terhadap Nasution.
Hal lain yang juga membuat Soekarno kehilangan dukungan tentara salah satunya semenjak Inggris memberikan kemerdekaannya terhadap Malaysia. Soekarno sangat menentang karena menanggap bahwa negara tersebut hanya sebagian dari neokolonialisme yang akan mengancam Indonesia terhimpit dari dua arah. Malaysia bagian utara dan Australia di bagian selatan.
Soekarno geram karna merasa dikhianati oleh pemimpin Malaysia waktu itu yang telah melanggar perjanjian Manila. Perjanjian yang dihadiri oleh Soekarno, PM Malaysia dan Presiden Philipines. Hasil dari pertemuan tersebut ialah menyerahkan kedaulatan masyarakat di Kalimantan utara terhadap mereka sendiri dengan cara referendum. Namun ternyata PM Malaysia melalui koloninya langsung memproklamirkan bahwa kalimantan utara dibagian Sabah dan Serawak adalah negara bagiannya. Dengan beberapa upaya Soekarno mencoba mengirim pasukan ke perbatasan untuk melakukan propaganda, sementara sebagian tentara yang lain sudah melakukan kontak fisik dengan tentara Inggris.
Kesalahan Soekarno pada saat itu karna yang ditunjuk sebagai komandan perang adalah seorang KSAU yang masih Junior, Omar Dhani. Hal ini menimbulkan kecemburuan di kalangan para senior tentara, lebih-lebih Soeharto, Panglima kostrad yang ditunjuk sebagai wakil komandan perang di bawah juniornya. Lagi pula, para senior tentara menganggap bahwa Omar Dhani tidak mempunyai pengalaman perang yang mumpuni.
Maka ketika dokumen gilkrift tersebar dan disadari oleh Presiden, ada semacam ketakutan bahwa dirinya benar-benar akan dikudeta oleh para Jenderal. Oleh sebab itu ada asumsi bahwa gestapu memang diperintahkan oleh Presiden. Namun bukan untuk pembantaian, melainkan pendaulatan, dengan menculik tanpa menyakiti. Meskipun kenyataan yang terjadi berbeda, karna mungkin perintah tersebut sudah disusupi oleh beberapa kepentingan.
2. Internal angkatan darat
Di samping karena bentuk kekecewaan tentara terhadap Soekarno karna kesalahan memilih komandan perang, Krisis ekonomi yang sangat parah saat itu juga membuat masyarkat kecewa terhadap 20 tahun pemerintahan Soekarno, tidak terkecuali tentara. Tentara sebagai basis terdepan yang menolak PKI menganggap bahwa PKI adalah salah satu elemen yang mengancam keutuhan NKRI kelak, karena terbukti bahwa sepenjang sejarah PKI memang sering melakukan pemberontakan, termasuk di Madiun pada 1948 dan beberapa peristiwa di luar negeri.
Hal lain yang membuat hubungan PKI dan tentara memanas adalah karna pada saat itu PKI yang mempunyai basis kekuatan cukup banyak tersebar di beberapa sektor pemerintahan, mencoba meyakinkan Presiden dengan program angkatan lima, sebuah program yang mendorong agar rakyat sipil juga di persenjatai oleh negara.
Bisa dikatakan bahwa tentara pada masa itu dibagi menjadi 3 bagian: pertama, ialah pasukan Nasution. Nasution sebagai Jenderal senior sangat antipati terhadap Soekarno. Hal ini juga yang membuat dia pernah mengarahkan moncong meriam ke istana untuk memaksa Soekarno agar membubarkan perlemen pada tahun 1953. Namun hal itu ditolak mentah-mentah oleh Soekarno dengan membantah bahwa Indonesia adalah negara demokrasi. Nasution juga bersebrangan dengan Presiden mengenai NASAKOM karena memang Nasution sangat alergi terhadap komunisme.
Kedua, A Yhani. Yhani yang cenderung moderat mencoba merangkul semua elemen NASAKOM. Ini dilakukan agar Soekarno tidak terlalu dekat dengan PKI. Hal tersebut tentunya bertentangan dengan Nasution yang radikal dan antipati, sehingga Yhani pernah mengusulkan untuk menyingkirkan Nasution, meskipun ide itu ditolak oleh senor tentara yang lain.
Ketiga, Soeharto. Soeharto yang sudah aktif sebagai tentara pada masa revolusi, pada saat itu sudah menjabat sebagai panglima kostrad. Dia merasa bahwa kolega-koleganya yang berbasis di Jakarta sudah sangat hedonis dan feodal terhadap dirinya. Hal ini bisa dilihat dari pola dan cara hidup bagaimana tentara dibawah resimen Nasution dan Yhani hidup cukup megah, dan bagaimana tentara kostrad hidup sederhana. Itu terbukti dengan cerita bahwa Soeharto dulu pernah mengajukan surat pemunduran diri kepada Nasution, dia ingin mencari pekerjaan baru karena menganggap gaji penglima kostrad masih belum cukup untuk memenuhi kehidupannya, namun hal tersebut tidak pernah terjadi, karena surat yang ditunjukkan ke Nasution tidak pernah sampai.
Beberapa konflik internal di tentara dan dendam lama terhadap komunisme yang sudah sangat menjalar, maka tidak terlalu berlebihan jika dikatakan bahwa gestapu adalah salah satu bagian dari konspirasi pihak yang berkepentingan dalam ABRI untuk melakukan revolusi besar-besaran, baik dalam internal ABRI maupun di Indonesia. Dengan cara menculik dan membantai para jenderal lewat biro-biro khusus PKI di tentara sehingga mereka bisa menyebut bahwa PKI-lah pelakunya.
3. Pihak lain
Pihak lain yang berkepentingan ialah CIA, KGB, M-16 ataupun inteljen China. Soekarno sebagai tokoh galanggang penentang utama imperialisme dan kolonialisme yang dilakukan oleh inggris dan sekutunya pasti akan menghadapi banyak anacaman. Inggris yang pada waktu itu sukses membentuk negara bonekanya disebelah utara Indonesia merasa tidak nyaman dengan negara tetangganya. Maka pada saat itu Rodman Rodeway, salah satu agen inggris lewat pengakuannya diberi anggaran beberapa ribu poundsterling untuk operasi propaganda melengserkan Soekarno.
Perang dingin yang sedang berkecamuk antara kubu barat dan timur juga sangat berpengaruh. Amerika sebagai basis kapitalisme tidak menginginkan Indonesia jatuh menjadi negara Komunisme, karna dikhawatirkan jepang juga akan jatuh menjadi negara komunisme dan mendukung perang dingin yang sedang berlangsung dalam manivestasi perang Vietnam. Salah satu cara untuk membendung hal tersebut adalah mencari tentara anti komunis untuk diajak bekerja sama melakukan tipu muslihat menghancurkan Soekarno dan Komunis di Indonesia. Adapaun tudingan terlibatnya KGB adalah banyak pihak mengatakan bahwa yang membuat dokumen gilkrift adalah seorang agen KGB berketurunan cekoslovakia.
4. PKI
Partai komunis terbesar ketiga didunia tersebut besar kemungkinan adalah dalang dibalik gestapu. Hal ini dikarenakan memang pelaku gestapu adalah biro-biro khusus PKI yang berada dalam ABRI. PKI sangat kuat dikaitkan dengan peristiwa gestapu karena sejarah mencatat PKI dan ideologi revolusioner yang digagasnya memang sangat kental dengan pemberontakan, termasuk yang dituduhkan terhadapnya dalam kasus pembunuhan 7 Jenderal.
Catatan ini diambil dari memoar Prof. Salim Said, “Dari Gestapu ke Reformasi”. Said salim adalah guru besar bidang pertahanan. Beliau termasuk yang mengusulkan bintang 5 terhadap 3 Jendral yakni Soedirman, Soeharto dan Nasution. Dia juga yang mengusulkan bahwa pimpinan negara hanya boleh memimpin selama 2 periode saja, sebenarnya hal ini pernah dikemukakan oleh politisi PDIP pada sekitar tahun 1993, namun tentu saja hal itu dibendung oleh Soeharto.
Dale C. Part 2 "Buat Orang Lain Merasa Bahwa Mereka Penting'
Hanya ada satu cara di bawah surga untuk menggunggah siapa pun melakukan apa saja yang kita inginkan. Ya hanya satu cara. Cara tersebut adalah dengan membuat mereka yang ingin melakukannya sendiri. Kita bisa saja menodongkan pistol agar mereka berbuat sesuatu, atau seorang bos dapat memaksa pegawainya melakukan sesuatu dengan ancaman dia akan memecatnya, namun metode-metode tersebut tidak akan memberikan dampak yang signifikan.
Hampir semua keinginan dapat dipuaskan, namun ada satu hal yang jarang dapat dipuaskan, Yakni: hasrat menjadi besar. Semua orang ingin dirinya menjadi orang yang dihormati dan dianggap sebagai orang terhormat. Hasrat untuk dianggap penting juga merupakan salah satu perbedaan nyata antara manusia dan binatang. Beberapa bukti mengatakan bahwa manusia bisa benar-benar menjadi gila dalam usahanya mendapatkan perasaan bahwa dia adalah orang penting.
Lincoln berkata bahwa setiap orang menyukai pujian. Sementara James berkata “Prinsip paling dalam pada sifat dasar manusia adalah kebutuhan untuk dihargai.” Salah satu cara terbaik untuk mengabulkan keinginan orang lain tersebut adalah menganggap mereka penting atau menganggapnya orang besar dan memberikannya pujian.
Charles Schwab dipilih sebagai Presiden pertama perusahaan baja Amerika yang dibangun pada tahun 1921 ketika dia masih berusia 38 tahun dengan gaji yang fantastik, 1 juta USD. Mengapa dia dibayar sedemikian besarnya, bahkan lebih dari 3.000 USD perhari, apakah karena dia seorang ahli yang sangat mumpuni di bidang riset baja? Bukan. Apakah karena kejeniusannya? Bukan juga.
Schwab membeberkan rahasinya. Dia mendapatkan gaji sebesar itu sebagian besar karena cara berhubungannya dengan manusia. Dia mengatakan “Saya menganggap kemampuan saya untuk membangkitkan antusiasme pada orang lain adalah aset paling besar yang saya miliki, dan cara terbaik yang saya lakukan untuk mengembangkan diri seseorang dengan menghargai dan mendorong semangatnya.”
Di melanjutkan, “tidak ada hal lain yang sangat membunuh ambisi seseorang selain kritik dari mereka yang merasa lebih tinggi. Saya tidak pernah mengkritik/memarahi siapa pun. Saya percaya dengan memberi intensif pada seseorang di tempat kerja. Jadi saya suka memberi penghargaan dan segan mencerca kesalahan. Jika saya menyukai sesuatu, saya sepenuh hati dalam penerimaan saya dan royal dalam memberi pujian.”
Ketika suatu studi dibuat beberapa tahun lalu mengenai para istri yang banyak melarikan diri, salah satu penyebab terbesarnya adalah “kurangnya penghargaan.” Orang-orang pada saat itu sering tidak menganggap penting pasangan mereka, sampai mereka tidak pernah mengungkapkan penghargaan terhadap istrinya.
Pamela Dunham dari New Fairfield mempunyai tanggung jawab diantaranya adalah melakukan supervisi terhadap seorang pembersih kantor yang mengerjakan tugasnya dengan sangat buruk. Para pegawai lainnya akan mencemoh pekerja tersebut dan membuang sampah di lorong untuk menunjukkan betapa buruk pekerjaannya. Tanpa hasil, Pamela berusaha sekuat tenaga untuk memotivasinya. Pamela menemukan bahwa sekali-kali ternyata pekerja tersebut melakukan tugasnya dengan baik. Hal yang dilakukan Pamela adalah memujinya di depan orang lain. Pamela terus melakukannya. Hasilnya, setiap hari pekerjaannya semakin baik, dan dalam waktu singkat dia mulai mengerjakan semua tugasnya dengan baik dan efisien.
Dari beberapa analogi dan kisah di atas, poin terpenting yang dapat diambil adalah untuk mendapatkan hati orang lain, agar mereka bisa menjadi apa yang kita inginkan adalah dengan membuat mereka melakukan sesuatu karena keinginan mereka sendiri. Cara menggiring mereka menuju hal tersebut ialah dengan membuat mereka merasa bahwa mereka adalah orang yang penting, hargai setiap pekerjaan mereka dan jangan memarahi mereka.
Dale C. Part 1 "Jika Anda Ingin Mengumpulkan Madu, Jangan Tendang Sarang Lebahnya"
Setelah berminggu-minggu dicari, Crowley “sang pembunuh”, penjahat paling ditakuti di New York saat itu, akhirnya sampai pada klimaksnya. 150 polisi dan detektif mengepungnya sambil saling berbalas senapan dengan Crowley.
Crowley merupakan penjahat, perampok bersenjata yang tidak segan untuk membunuh seseorang. Salah satu Komisaris Polisi mengatakan bahwa dia akan membunuh seseorang hanya karena jatuhnya sehelai bulu. Terakhir dia menembak salah satu polisi hanya karena polisi tersebut memintanya untuk menunjukkan surat-surat berkendara.
Namun dibalik kekejamannya, dia menulis surat dengan bekas luka di atas kertas bertuliskan, “di balik pakaian saya ada sebuah hati yang letih, sebuah hati yang baik, yang tidak tega melukai siapapun.”
Al Capone, juga merupakan salah satu penjahat paling ditakuti, pemimpin geng terkejam yang pernah ada di Chicago, pun demikian, dia mengatakan “Saya sudah melewatkan tahun-tahun dalam hidup saya memberi orang-orang kesenangan, membantu mereka menikmati hidup, dan yang saya peroleh adalah perlakukan kejam sebagai orang yang dicari-cari.”
Hal terpenting dari dua kisah di atas adalah bahwa kedua penjahat tersebut tidak menyalahkan dirinya sama sekali. Mereka hanya melihat nilai kebaikan yang pernah mereka lakukan, meskipun sedikit. Hal ini sama halnya dengan Ducth Schultz, juga merupakan penjahat paling terkenal di New York, dia mengaku bahwa dia adalah orang dermawan. Hal ini sejalan dengan yang dikatakan Lewis Lawes, salah satu sipir penjara senior bahwa hanya sedikit kriminal yang menganggap bahwa mereka orang jahat.
Mereka membuat rasionalisasi bahwa mereka sama manusianya dengan semua orang. Hampir dari mereka semua punya alasan logis terhadap kejahatan yang dikerjakan dan mereka menganggap itu adalah benar.
Ini artinya orang-orang sekelas penjahat kelas kakap di atas saja sama sekali tidak menyalahkan diri mereka, bagaimana halnya dengan orang-orang di sekitar kita? Wanamaker, pendiri sejumlah toko di Amerika mengatakan bahwa dia sudah belajar sejak tiga puluh tahun yang lalu bahwa sungguh bodoh untuk memarahi orang lain, dia sadar bahwa sembilan puluh sembilan kali seratus, orang tidak mengkritik dirinya sendiri, dia cenderung akan merasa benar, tidak peduli kesalahan yang dilakukan.
Artinya jika ternyata kebanyakan manusia tidak pernah menempatkan dirinya sebagai orang yang salah dan dia tidak pernah mengkritik dirinya sendiri, maka sangat percuma apabila kita harus mengkritiknya, itu hanya akan menimbulkan masalah baru. Kritik adalah hal yang sia-sia karena menempatkan seseorang dalam posisi defensif, dan biasanya membuat orang itu mempertahankan dirinya. Hens Selye, Psikolog besar berkata: “Kehausan kita akan persetujuan, sama besarnya ketakutan kita akan kritik.”
George B. Jhonston, Koordinator keamanan sebuah perusahaan rekayasa mempunyai tanggung jawab memastikan keselamatan pekerja, salah satunya tugasnya adalah memastikan pekerja memakai topi pengaman. Dia akan melaporkan jika ada pekerja yang tidak memakai topi pengaman, kemudian juga menyampaikan secara jelas mengenai peraturan yang ada. Hasilnya, ia mendapat penerimaan yang tidak simpatik dari pekerja yang merasa kesal, sering kali setelah pergi para pekerja kembali melepas topinya. Lalu ia mencoba pendekatan yang berbeda, ketika dia melihat pekerja yang tidak memakai topi, ia bertanya dengan ramah apakah topi itu tidak nyaman, sambil memngingatkan dengan nada menyenangkan bahwa topi itu dirancang untuk melindungi mereka dari kecelakaan.
Demikian halnya salah satu direktur salah satu perusahaan kecil di Amerika, dia mempunyai lebih dari seratus pegawai di kantornya, namun karena sifatnya yang suka memarahi dan mengkritik kesalahan yang mereka lakukan, ketika dia masuk ke kantor banyak pegawainya yang berpaling dan mengerutkan muka, dia merasa sendiri. Kemudian di mencoba cara komunikasinya, ketika ada pegawai yang melakukan kekeliruan, dia tidak serta merta mengkritiknya, apalagi memarahinya, dia mencari sisi positif dan memberikan apresiasi atas hal tersebut kemudian mulai membicarakan kekurangan yang dibuat tanpa menyinggung perasaannya. Akhirny setiap pergi ke kantor dia selalu mendapatkan senyuman para pegawainya, pegawainya tidak segan untuk memaparkan program terbaik dan kekurangan di kantornya.
Tatakala berhubungan dengan manusia, sebaiknya seseorang mengingat bahwa dia sedang tidak berhubungan dengan makhluk logika. Dia sedang berhubungan dengan makhluk penuh dengan emosi. Dia sedang berhubungan dengan makhluk penuh dengan prasangka dan motivasi oleh rasa bangga dan sombong. Oleh sebab itu, kritik pedas tanpa seni terkadang tidak akan membuat perubahan, malah hanya akan menambah masalah.
Kritik pedaslah yang menyebabkan penyair Thomas Hardy, novelis terbaik dalam sastra Inggris menolak selamanya untuk menulis fiksi. Kritik juga telah membuat Thomas Chatterton, penulis puisi terkenal Inggris bunuh diri. Benjamin Franklin seorang diplomat yang sangat mahir berhubungan dengan manusia, sampai kemudian dijadikan Duta Besar Amerika untuk Prancis ketika ditanya rahasia suksesnya menjawab: “Saya tidak akan bicara buruk tentang seseorang, saya hanya akan membicarakan tentang hal baik dengannya.”
Semua orang bodoh bisa mengkritik, mencerca dan mengeluh -dan hampir semua orang bodoh melakukannya. Dengan mengkritik dan mencerca munkin seseorang akan merasa lega dan merasa lebih baik bagi dirinya, tapi itu akan berakibat buruk pada hubungannya dengan orang yang dikritik. Lagi pula, mengkritik belum tentu menyelasaikan masalah, bahkan bisa jadi menambah masalah. Sedangkan melakukannya dengan cara berbeda sebagaiamana yang dilakukan George B. Jhonston (koordinator keamanan di atas) misalnya, bisa menyelesaikan masalah tanpa efek samping.
Carlyle berkata: seorang yang berjiwa besar aka memperlihatkan kebesarannya dara caranya memperlakukan orang kecil.”
Inti dari bab ini adalah “jangan mengkritik, mencerca dan mengeluh.” Apabila dibutuhkan, lakukan dengan pendekatan yang berbeda, yang membuat orang tersebut senang.
Tulisan dirangkum dari bab 1 buku Dale Carnegie "How to Win Friends and Influence People" atau bagaimana mencari kawan dan mempengaruhi orang lain.
Insyaallah saya akan menuliskan rangkumannya sampai akhir bab, mengingat buku ini sangat legendaris dan telah dicetak lebih dari jutaan ekalempar di berbagai negara.
To be a Successful in Islam
Succes is a big dream of every human in their future life. Everyone always want to be a successful. Some people will say that succes is when they have a lot of money, have good position, and good achievement.
So everyone have a devinision of succes by theirself. As known, the definitions are different from each others. But the importance, success is hitting their goals in their life.
Some motivator maybe ever said there are some ways and keys, how to get succes. But actually, 14 centurys ago, Islam detailly explained about those. The are three keys to reach the goals, to reach the dream and to be a successful in Islam.
Number one: Believe. Believe here, is devided to two parts. Firts: People have to believe in Allah. And second: believe to theirself.
Believe to Allah has meaning that Allah will help them. Believe that Allah will not give them a chance can't they finish it.
Second, they must believe to theirself that they can do what will they do. Before world motivator say right now, example from Dig ziglar said "if you can dream it you can reach it". Or from Ady Ginanjar" people want to be a successful must grow up a belief in their mind. Then, result will follow it.
Before they talked about those, Islam had talked 14 centurys ago. Allah said in hadis qudsi
انا عند ظن عبدي بي
(Ana inda dzonni Abdi bii)
I am in beside of my servant mind
So the first way to reach their dream is believe. They have to hange their mind that they can do what will they do.
Believe will open their mind that they can do it. And what is next?
Number Two: Effort or preperation
Kolonel Sanderas is the owner of KFC, but before, he is poor people.
Even, He has been rejected for 1009 times. Because he always spirit and never give up, now he has 18.000 outlet in the 150 countrys.
So never surrounding is the key, try and try again, never give up if people just try one time, just two times, three times and four etc, they can learn from the story of Kolonel Sanders. Do it with maximum effort.
In islam was mentioning in Al Quran fourteen centurys ago
ان الله لا يغير ما بقوم حتى يغيروا ما بانفسهم
In easy meaning, Allah will not change a fate of people, untill they change by their self.
And thete is an idiom in arabic language, Maybe it is so famous
من جد وجد
Whosoever is doing something with maximum effort, he will get it.
So they have to reach their dream with maximum effort. If they fall and fall just try and try again.
Number three: Pray.
Pray is the best weapon for them. Because pray can change their fate.
Pray can change the impossible thing to be a possible. From ordinary to be extra ordinary. Because there is nothing impossible to our god, everything is possible.
Without pray they just crawl lonely, walk lonely, run, effort lonely, with pray we will do everything with the strongest of their God.
Theu have to believe that pray can change their fate and bring them to their dream.
Nabi said:
لا يغير القضاء الا بالدعاء
Fate will not change, except with pray.
So. There are three keys to reach their dream in islam.
Formality and Essensialty in Educational System
Finland is a country which has the best education system in the world. The country is choosen time after time until now. Maybe we will ask why? Why Finland's education is choosen as the best education system? Whereas as we know, right now, we just now some innovations and discoverers, mostly was found by American people. The most advantage country.
It because the main purpose of the educational system is not just about knowledge, innovations, and discoverers.
Finland is also choosen as the most safety country in the world, and the importent, people in Finland are the most happiness people in Europe.
Even, in America, there was story about child killed her parent, it because they always forces her to learn and has good achievement. Children in anvantaged and advantaging country, usually have stressful in their study. They live under the shadow about their future.
In the other hand, in Finland, there is nothing examination, homework, ranking system and for one day, student just spend 5 hours in school. There, education in not just about vallue and achievment. Child just learned about how to be happy and have a good communication with the other people.
In deep meaning, Finland don't focus to manage their education as formality, but as essensiality. Like peanut, The skin is formality, and the contain is essensliaty. In this case, Formality is like entering class and sitting down together, homework, examination, getting high ranking and good achievement.
The essensiality is when people go or not to school, howefer the way they study, whether just drink coffe in the coffe store, just playing game outdoor, or another activities, but the importent is when they understanding the lessons and practicing them in their life.
But now, so many people just focus about the formality, they just think about why they always come late, why they never enter the class, why the vallue is not good until they forget about did they understand or not? It's the essensiality.
For example: in university student have to spend 6 months in their class to learn one lesson, it's like "pengantar ilmu hukum" maybe. But actually they can learn and understand it just for 2 weeks, with reading book and watching youtube, sometimes if they can't understand, thay can ask to the other people. It's the difference about formality and essensiality.
Like Thomas Alva Edison, the lamp creator and innovator, he just spend 3 months in formal education.
But until now, he can creat 1096 innovation, include the most important innovations, lamp.
And like the child can hack NASA website and KPU website, he just about 15 years old and still studying in junior high school. How about the master of informatika, Profesor or Doktor of IT, can they do it?
The wise people said: despite you learn on the moon, if you don't learn, don't read your book, or do with maximal effort, you will get nothing. So good futurre is not about where we study? But about how we do our hope with maximum effort.
So everyone have to change their mind that life not about formality but the importent is about esensiality. So when they think something, just directly think about essensiality.
And the most important thing is life is not about good achievement and good position, but about happiness and careful with the others.
Awal Mula Demokrasi di Abad Modern
Demokrasi merupakan sebuah sistem bernegara yang amat populer di abad ini. Secara esensial nilai-nilai yang termuat di dalamnya sudah diterapkan oleh bangsa Romawi kuno beberapa ribu tahun yang lalu. Setelah itu, komunitas global lebih memilih sistem monarki yang kental dengan otoriterianisme sebagai dasar negaranya masing-masing. Nilai-nilai demokarasi yang salah satu ciri khasnya adalah musyawarah dan slogan “dari rakyat untuk rakyat”, Sebenanrnya, sedikit banyak sudah diterapkan meskipun dalam negara monarki absolut sekalipun. Namun secara formal, banyak histori mengenai munculnya sistem negara demokratis yang kemudian menyeruak menjadi sistem yang dianut oleh hampir seluruh negara di dunia saat ini, salah satunya adalah di bawah ini:
Dimulai pada tahun 1516, Juan Diaz de Solis, seorang penjelajah Spanyol bersama bawahannya berlayar ke arah timur setelah mendengar bahwa Cristoper Colombus menemukan sebuah pulau besar yang subur. Setelah menginjakkan kakinya disana, de Solis langsung mengklaim bahwa tempat tersebut merupakan tanah kekuasaan Raja Spanyol dan menamakannya dengan Rio de Plata atau “sungai perak”, karena penduduk setempat banyak mempunyai perak. Namun para pribumi suku Charruas yang notabene adalah pemburu dan hidup dalam kelompok kecil tanpa mengenal pemerintahan ternyata sangat memusuhi koloni tersebut, hingga akhirnya de Solis tewas dipukuli salah satu dari mereka.
Kemudian pada tahun 1519 Spanyol mengirim Hernan Cortez ke Meksiko dan Fransisco Pizzaro ke daerah Peru 15 tahun kemudian, Kerajaan Spanyol kemudian kembali mengirimkan suatu misi penaklukan di bawah Pedro de Mendoza pada tahun 1534. Di tahun itu juga mereka juga membangun kota kecil di lokasi yang merupakan cikal bakal kota Buenos Aires (sekarang ibukota Argentina).
Ketika Cortez dan pasukannya sampai di jantung peradaban Aztec di Tenochitlan pada 8 November 1519, mereka disambut baik oleh kaisar Aztec, Moctezuma. Namun tiba-tiba Cortes dan pasukannya menangkap Moctezuma dan menembakkan senapan kepada mereka. Pasukan kolonial Spanyol menebar teror hingga gelap malam. Setelah paginya mereka kemudian menyebutkan apa yang mereka minta: terdiri dari bahan makanan. Setelah kenyang, mereka menyuruh Kaisar tersebut untuk menyerahkan seluruh harta benda warga kota, khususnya emas. Seluruh simpanan milik warga Aztec dirampas, termasuk gudang pribadi milik Moctezuma. Segala perkakas dari emas, tameng, dan cakram-cakram emas kemudian dikumpulkan dan dibakar hingga melebur menjadi emas batangan.
Penaklukan kolonial Spanyol baru berakhir pada tahun 1521, Cortez sebagai Gubernur Provinsi mulai membagi-bagikan harta kekayaan yang diambil dari Aztec. Orang-orang pribumi juga dibagikan sebagai hadiah kepada orang Spanyol yang disebut encomendero. Seorang pribumi harus memberikan hadiah persembahan dan menjadi budak bagi encomendero. Sebagai ganjaran, encomendero menjadikan mereka sebagai orang Kristen.
Pada 1513 Spanyol juga sudah melakukan ekspansi ke Kuba dengan kekejian yang tak kalah kejam, sebagaimana catatan De las Casas, bahwa setelah mereka datang, mereka kemudian menjadikan penduduk pribumi sebagai budak, merampas tanah dan mencuri bahan pangan mereka yang semakin langka. De las Casas juga bercerita mengenai kolonialisasi Spanyol di Kolombia, bahwa orang yang memimpin ekspedisi penjajahan tersebut kemudian merampas kekuasaan Raja dan menawan penguasa lokal itu selama enam sampai tujuh bulan.
Seorang Raja bernama Bogota sedemikian takutnya menyanggupkan akan mengisi sebuah rumah kosong dengan selongsong emas. Namun ternyata dia gagal, hingga akhirnya orang-orang Spanyol tersebut menghabisi nyawanya. Ada beberapa Raja yang diadili, pihak kolonial Spanyol menganiaya mereka dengan cara mengikatnya dan menyiramkan lemak hewan yang masih mendidih ke perutnya, memasung kedua kakinya ke tiang pancang dengan belenggu yang terbuat dari besi merah yang membara dan benda yang sama mereka kalungkan ke leher sang Raja yang kedua tangannya di pegang erat-erat oleh pengawal.
Demikian juga siksaan yang dilakukan oleh Pizzaro. Awal mula sesampainya di buna Amerika, dia menginjakkan kakinya di Tumbes, kemudian terus berjalan ke selatan. Sampai akhirnya tiba di pegunungan Cajamar, kebetulan saat itu, Kaisar Atahualpa sedang berkemah dengan prajurtinya. Kemudian Pizzaro menangkap sang Raja, dia dikerangkeng dan dibebaskan setelah berhasil memberikan timbunan emas dan perak. Karena jika sampai gagal memenuhi tuntutan orang Spanyol, mereka akan dipanggang hidup-hidup.
Setelah berhasil mengeksploitasi sumber daya alam dan manusia jajahannya di Amerika latin bagian selatan, bangsa Spanyol mulai membuat lembaga-lembaga formal seperti encomienda, mita dan trajin sebagai akal-akalan mereka agar lebih bisa menggeruk harta kekayaan yang ada.
Pada saat Spanyol melakukan kolonialisasi di Amerika Selatan pada tahun 1940-an, Inggris masih terpuruk. Mereka baru terbakar semangatnya setelah berhasil memukuk mundur kapal-kapal Spanyol yang berniat untuk mengekspansi Inggris. Pada saat itulah Inggris mulai menguatkan kembali armada maritim mereka. Mendengar banyak sumber daya dan kekayaan terpendam di pulau besar temuan Colombus, mereka memutuskan untuk mengikuti langkah Spanyol menginvasi benua Amerika. Namun sayang, sebagian besar benua Amerika sudah dijarah oleh kerajaan Spanyol, yang tersisa adalah bagian utara (yang kini jadi Amerika Serikat).
Usaha awal mereka ternyata tidak semulus yang diinginkan. Mereka pertama kali menginjjakan kakinya di benua Amerika adalah di Roanoke, Carolina Utara antara tahun 1585 dan 1587. Kemudian pada tahun 1607, 3 kapal mereka bertolak kembali ke Carolina di bawah pimpinan Christopher Newport di bawah naungan bendera virginia company. Mereka kemudian berlayar menuju teluk Chesapeake dan membangun pemukiman di sekitar sana kemudian menamakannya dengan Jamestown, sesuai dengan nama Raja Inggris pada saat itu, Raja james.
Para Koloni Inggris tersebut sangat berhasrat untuk dapat memungut emas sebanyak-banyaknya sebagaimana Spanyol, mereka juga berniat akan meniru cara kolonialisasi Spanyol yang kejam dan bengis. Namun mereka tidak sadar bahwa pemukiman yang mereka bangun dekat dengan daerah yang dikuasai konfederasi Powhatan, yakni koalisi yang beranggoatakn sekitar 30 kelompok suku Indian yang menyatakan setia kepada Raja Wahunsunancock.
Wahunsunancock mulai mengendus niat jahat dari koloni Inggris tersebut dan kemudian memutuskan hubungan dengan mereka. Bahkan Raja itu juga melakukan embargo dagang atas Jamestown. Oleh sebab itu, koloni itu sudah tidak diperbelohkan lagi untuk melakukan embargo dengan masyarakat sekitar. Hingga akhirnya koloni Inggris di Jamestown yang awalnya berjumlah sekitar 500 kolonis, hanya 60 puluh orang yang bertahan.
Menyadari cara lama yang digunakan Spanyol dengan memaksa pada pribumi bekerja di tanahnya sendiri tidak mungkin diterapkan, akhirnya pemimpin koloni yang baru pada saat itu, Gates dan wakilnya Thomas Dale melakukan pendekatan baru. Pendekatan tersebut adalah dengan kerja paksa yang harus dilakukan oleh semua anggota koloni itu sendiri, kecuali para pemimpin koloni tentunya.
Dale memberlakukan Undang-undang semi militer yang disebut Lawes divine, morall and martial, yang antara lain pasalnya berisi hal berikut: Semua warga baik lelaki atau wanita yang meninggalkan koloni dan lari ke wilayah Indian, akan dihukum mati. Barang siapa mencuri hasil kebun, baik milik umum, perorangan atau pun perkebunan anggur, atau mencuri jagung, akan dihukum mati. Anggota yang menjual atau menyerahkan komoditas apa pun dari wilayah tersebut kepada pelaut, baik kapten atau awak kapal biasa, dan mengangkutnya keluar dari wilayah koloni, demi keuntungan pribadi akan diberikan sanksi hukuman mati. Jadi menurut para petinggi koloni saat itu, jika para pribumi tidak bisa dipaksa untuk menggerus kekayaan sumber daya alam di sana, maka para anggota koloni juga bisa diperas keringatnya.
Ternyata cara tersebut pun juga tidak begitu efektif untuk diterapkan. Cara memaksa anggota koloni agar bekerja sekeras-kerasnya tidak juga berhasil untuk meraup pundi-pundi keuntungan sebagaimana yang mereka inginkan. Akhirnya mereka memutuskan untuk membuat strategi baru. Pada tahun 1618, Virginia Company mulai memberlakukan sistem yang disebut dengan beadright system, yakni: setiap lelaki yang bermukim di wilayah koloni mendapat pembagian tanah seluas 50 hektar dengan tambahan 50 hektar lagi untuk pembantu yang mereka bawa. Para pekerja dari Inggris tersebut diberikan rumah dan dibebaskan dari ikatan kontrak yang mereka teken sebelumnya.
Kemudian pada tahun 1619 dibentuk juga semacam majlis umum yang secara efektif memberikan suara terhadap setiap lelaki dewasa dalam penyusunan Undang-undang serta lembaga pemerintahan pada saat itu. Seiring semakian berkembangnya kawasan di Amerika Utara, elit koloni Inggris berulang kali mencoba menciptakan lembaga negara untuk memasung ekonomi dan hak-hak politik para pekerja koloni.
Upaya pembaharuan tersebut, meskipun awalnya banyak terhalang oleh beberapa akal bulus para elit, tapi ternyata membawa pembaharuan yang menjanjikan. Tak ayal, banyak provinsi yang kemudian juga turut menerapkannya, seperti Maryland dan Carolina. Baru kemudian tahun 1720-an, 30 koloni inggris (yang kemudian berubah status menjadi negara bagian di Amerika Serikat) mengadopsi gaya pemerintahan yang sama. Seluruh koloni itu dipimpin oleh Gubernur dan pemerintahannya dikontrol oleh dewan yang keanggotaannya berbasis perwakilan. Dewan-dewan dan pemimpinnya berkoalisi dan membentuk kongres kontinental pertama, yakni pada tahun 1774 yang juga merupakan cikal bakal merdekanya negara Amerika Serikat dari koloni Inggris.
Resume ini dirangkum dari sebagian isi buku yang berjudul “Mengapa Negara Gagal” atau “Why Nations Fail?” yang ditulis oleh Daron Acemoglu dan James A. Robinson diteribtkan oleh Elex Media Komputindo tahun 204 dengan tebal 582 halaman.
Asia Vs Barat?
Tulisan ini didasarkan pada buku yang berjudul Asia vs Barat. Benarkah orang barat lebih kreatif dari Orang Asia?
Setelah renainsains, orang-orang Barat mulai meninnggalkan abad kejumudan dan melakukan lompatan besar. Mereka banyak melakukan penemuan yang membuat perubahan besar atas kemajuan dan kemudahan umat manusia. Sementara itu, orang Asia yang di abad jauh sebelumnya mempunyai kelebihan-kelebihan, kini mulai tertinggal. Salah satu penyebabnya adalah kreativitas.
Manusia sejak pertama dilahirkan hampir mempunyai kreativitas yang sama, namun keadaan psikologis yang dibentuk oleh keadaan sekitar lah yang akan menentukan tingkat kreativitas seseorang di masa depannya.
Mungkin seseorang akan menemukan ide-ide kreatif dalam kehidupan sehari-harinya, semisal menggunakan koin untuk mengendurkan mur, menciptkan resep baru untuk makan siang, membenarkan kerusakan di dapur, dan lain-lain. Menjadi penemu harian tidak akan mendapat apapun, kecuali pada diri kita sendiri atau hanya segelintir orang di sekeliling kita. Maka tentunya manusia memerlukan kreativitas unggul.
Kreativitas unggul di sini sebagaimana penemuan pertama mengenai astronomi oleh Hreiclus dan Galilei, teori relativitas yang ditemukan Einsten, penemuan telepon oleh Alexander Graham Bell. Kreatifias tersebut bukan sekedar bermanfaat untuk diri sendiri namun juga untuk semua elemen manusia.
Manusia bisa saja mempunyai banyak kreatifitas harian, bahkan dalam berbagi hal. Namun dalam kratifitas unggul, hanya orang tertentu saja yang berhasil mendapatnya. Sayangnya, orang-orang tersebut lebih banyak berasal dari Barat. Lalu apa saja faktor yang bisa membuat barat lebih kreatif dari Asia? Jawaban dari pertanyaan tersebut terdiri dari 2 faktor. Faktor yang mudah dirubah dan faktor yang susah untuk dirubah.
Faktor yang mudah dirubah mempunyai arti bahwa baik orang Asia ataupun orang barat akan mendapatkan kreatifitas unggul apabila melakukan kiat tersebut. Hal ini disebabkan karena instrumen untuk melakukan perubahan ada pada masing-masing diri mereka sendiri. Sedangkan faktor kedua adalah faktor yang cukup susah untuk dirubah. Hal ini disebabkan karena pengaruh lingkungan sosial dan keyakinan yang sudah berdiri secara systematis dan paten, sehingga membuat orang Asia susah untuk keluar dari hal tersebut.
Contoh daripada faktor yang mudah dirubah untuk menjadikan diri sendiri sebagai sosok yang kreatif unggul adalah dengan bersungguh-sungguh bidang yang tekuni secara terus menerus. Ini akan semakin mudah dilakukan apabila bidang tersebut merupakan bidang yang benar-benar dicintai. Hayes melakukan studi bahwa para penemu yang terdiri dari komposer musik, pelukis, penyair dan penemu lain membutuhkan waktu sekitar 10 tahun untuk menyerap ilmu pengetahuan sebelum bisa melahirkan mahakarya kreatif.
Penelitian tersebut memantik pesan bahwa agar dapat menghasilkan suatu karya kreatif yang akan dapat bermanfaat dan mendapatkan pengakuan umum, maka setidaknya manusia harus fokus pada bidang tersebut minimal 10 tahun. Tidak peduli apakah manusia mempunyai bakat atau tidak, yang paling penting adalah apakah secara psikologis kita mampu untuk melakukan pengorbanan yang diperlukan. Langkah ini termasuk dalam kategori yang mudah dirubah karena semua manusia mampu untuk melakukannya.
Sedangkan faktor kedua, yang memuat faktor yang sulit untuk dirubah terdiri dari banyak faktor. Pertama: orang-orang barat terkenal dengan sosok individualitasnya, sehingga membuat mereka cenderung bebas dan fokus pada tugas ketika melakukan sesuatu. Sedangkan Asia lebih mengutamakan faktor cultural dan kelompok, sehingga membuat mereka akan lebih memilih kepentingan kelompok dan malah lebih fokus pada ego dan emosional daripada menyelesaikan tugas.
Ini akibat dari orang Asia yang lebih mendekatkan anaknya dengan orang-orang yang secara psikologis memang sudah dekat dengan mereka. Sementara itu orang tua barat lebih mendidik anak mereka secara mendiri. Sebagai hasilnya orang Asia dan barat tumbuh dan berkembang dengan karakter psikologis yang berbeda. Ini lah yang kemudian membuat orang cenderung individual dan orang asia cenderung cultural dan hidup berkelompok.
Akar individualisme dari kehidupan barat juga dapat dilacak dari banykanya tulisan pemikir barat masa lalu, seperti Jhon Locke, Jean-Jacques Rousseau dan lain-lain. inndividualisme inilah yang kemudian memantik orang barat terhadap pandangan liberalisme, dimana orang bebas melakukan apapun sesuai dengan yang mereka inginkan selama dalam batas tidak menggangu kebebasan orang lain.
Sedangkan nilai cultural orang Asia mewakili sebuah idealisasi dari segala mahkluk hidup. Dimana ada banyak sekali batas-batas yang harus dihindari, mulai dari batas dalam keyakinan, tatakrama, adat, dan lain-lain. Sehingga mereka sangat menjunjung tinggi sosial, bukan individual. Sementara itu orang barat lebih menjunjung individual daripada sosial.
Seseorang dengan makna diri yang mandiri (independent self-construal) melihat diri mereka sebagai individu unik yang terpisah dan berbeda dengan orang lain. karena identitasnya sebagai seorang yang berasal darikemampuannya untuk membedakan dirinya dengan orang lain. Sebagai hasilnya dia bersikap mandiri dan otonomis, bukannya hanya menyetujui tujuan kelompoknya. Berlawanan dengan itu, orang yang bergantung pada orang lain, melihat dirinya sebagai bagian dari hubungan sosial. Karena identitasnya sebagai seorang individu berasal dari kemampuannya untuk menjaga koneksi dengan orang lain. Maka dia akan mengalami ketergantungan dan akan menjalani apa yang mereka katakan dan lakukan, serta menghindari konflik sosial dengan mereka.
Seorang individu akan secara berbeda mampu mengevaluasi informasi positif atau relativ yang relevan dengan diri mereka. Sedangkan fokus utama dari orang Asia cenderung pada moralisme otoriterian, mereka akan berusaha mengevaluasi atribut diri yang negatif yang bisa menghalangi seseorang untuk bisa berbaur dengan kelompok lainnya.
Salah satu dampak positif dari individualisme adalah Critical thinking. Critical thinking merupakan alat paling diandalkan oleh para penemu. Berpikir kritis adalah proses pemecahan masalah yang tidak hanya sebatas pada kebiasaan atau konvensi tapi bebas untuk bersikap tidak biasa pada hal-hal yang tampak normal dan alamiah. Sikap ini biasanya sangat mudah ditemukan oleh oarng yang biasa hidup individualistik yang terbuka. Sedangkan orang yang cenderung mementingkan kelompok biasanya lebih suka menutupi apa yang mereka pikirkan dan rasakan, karena terpaut pada hal-hal yang dinilai melampaui batas-batas sebagaimana yang digariskan oleh kelompoknya. Hal itu, membuat mereka tertutup dan terlalu merendahkan diri, dan akan berujung pada terhambatnya kreatifitas mereka.
Nilai kedua yang banyak dimiliki oleh orang Barat adalah kecendrungan mereka yang selalu fokus pada tugas. Hal ini disebabkan karena mereka selalu berpikir individual, tidak peduli pada pandangan orang lain dan nilai-nilai yang berkembang di sekitar. Sementara itu orang Asia lebih fokus pada ego sektoral, ini disebabkan karena mereka terkekang oleh nilai-nilai yang telah melekat dalam diri mereka, sehingga terkadang dalam memilih keputusan lebih kepada pertimbangan valuisme daripada sesuatu yang jelas memberikan pengaruh positif.
Bersambung.....
Nge-Backpacker to Bali
Have a long time I didn’t write some articles or some journey notes in this one blog, it because I was so lazy, or one of the reason is this blog didn’t give me money hehe.. so I spent my time to do someting gave me income. And now I start writting here again. Actually this note is not about my experience which I will share to you. I just happy to write something in my life and this blog is the right place to funnel my hoby. I think these ecek-ecek experiences is not suitable to write and reputed as good experiences.
Arrisalah is one of the LPM’s wich joined in PPMI. PPMI is Indonesian student press association. That organization has a branches in almost every provinces and districts in Indonesia. When I was in sixth semester, as a general manager of Arrisalah I got a notification from general secretary of PPMI Surabaya, she told me that in the next month there is an important event to attend. That event is in Bali. So she asked me to meet up in one of the KFC in Surabaya to talk about the agenda. And the result is we agreed to go together.
Previously I try to meet Vice Dekan II to talk about that event, maybe campus can give us an accommodation or transport funding. But, they told me that campus can’t. Actually I was not disappointed, because I didn’t expect too much. So we have to do B plann. We still must attend that event with the money we have. The effective way is backpacker. Actually I like travel and prefer to travel whit motorcycle, usually I do those with my classmates in my campus. I went to almost all of the vacation places in east Java. It when my motocycle was Vixion. Therefore I was so comportable to go to the far places. I also like travel with backpacker, because it give me so many experiences. I can know and meet with so many people and cultures.
I ordered my partners in Arrisalah, then there are 5 people whom want to follow. And I accepted a notification that there are some students from another campus in Surabaya will attend too. But we can’t go together. Because that event is in vacation, and so many people want to go back to their home. We are late to book the train tickets. So we just go with our team.
In my team I go with my Arrisalah partners, we go from Wonokromo station about 14.30 o’clock, but we have a problem. One of my partner was late and missed the train, and it was imposible to book a ticket for the next train. So we just four people. We arrived about 19.00 o’clock in the east point of station of java Island. Then we directly walk to the Gilimanuk harbor. It's just about 400 M from station. There, we waited so long for some friends while was thinking about how we can continue our journey from Bali Harbor to Denpasar, wheter we will directly ride a bus from that harbor or from Bali Harbor to Denpasar. Because we heared that in Bali harbor so many robbers. After discussed it, we decided to ride a bus from Bali Harbor to Denpasar terminal.
Crossing from Gilimanuk to Bali is just about 40 minutes. We enjoyed our sea journey. After we arrived to Bali harbor we start affraid, because it was about 23.30 o’clock there. But we just go straight to Harbor terminal. And in the fact, there is nothing happen. Some officials ask us to show our Identity card. It’s an obligation when we will go or enter to Bali from harbor trip, we must bring our identity card. The official can prevent us for entering Bali, if we didn’t bring it.
From harbor terminal of Bali to Denpasar is about 3 hours. I just sleep along the trip. We arrived in Denpasar terminal about 05.00. We was taking a rest in a praying place there while waiting some friends,. Some of us continued to sleep again. At 07.00 we try to contact the microlet driver was orderd by committee to bring us to the event place.
Bersambung....maybe in the next note I will show you the pictures...






