Setitik Hitam

cerpen ini adalah tulisan pribadi, tapi pernah diterbitkan di Majalah dengan nama orang lain

Sang rembulan menyabit keujung sendu, awan kelabu bergerombol menggebu-gebu. membawa kabar bahwa sang langit sedang bermuram. potret malam nan gelap tutupi keindahan alam, layaknya dinding kotor tebal yang mengitari ruangku, menjadi pagar betis dari serbuan dingin malam. Aku duduk terperongoh di atas kursi yang hampir rapuh di makan rayap-rayap lapar itu. hanya bertemankan senyuman jendela bertabir besi, yang senantiasa menjadi pemijak mataku dalam keheningan. Sendu, sepi, sunyi sudah seperti makanan sehari-hari. gelap bak kawan sejati. Mereka yang bernyawa di sekitarku hanyalah barisan semut-semut dan para nyamuk berterbangan itu. Terima kasih wahai kawanan semut, hilir mudik tiada bosan bertebar sapa menggerayangi. Hai nyamuk, apakah gerangan yang kau santap dimalam ini? Mengapa tak makan bersamaku bersama segumpal darah kering dalam tubuh ini.

Sekarang, kemarin dan mungkin besok pagi, dunia akan tetap berputar seperti ini. Waktu akan tetap berjalan membawa kepedihan. jarum jam yang tak lagi berputar itu, sudah tak bisa lagi di percaya untuk menjadi penghantar masa, sudah tak bisa di andalkan untuk menentukan waktuku mengitari alam lamunan. mentari akan muncul, bersinar lalu meredup. Dari timur, keatas, lalu hinggap dibarat. Apakah sang mentari tiada bosan tak pernah berujar lidah. Datang, diam dan pergi dengan hanya menyisakan seberkas kehangatan dikursi tua ini. Wahai mentari, gelap, gelap dan gelap!!! kemana gerangan dirimu pergi? Apakah Karna sapa sang bulan? Jangan kau menjadi seperti bintang-bintang-bintang, bertebaran dimana-mana, banyak sekali. tapi tak ada gunanya. Jangan kau seperti mereka, yang pergi begitu saja ketika sang awan hitam datang menyapa. wahai mentari, kemana dirimu pergi?

Disana mungkin mata mereka akan senantiasa melihat sejauh apa yang nampak. lampu mereka bergelantungan menerangi dengan sialaun warna-warni. meja mereka pasti sudah terisi oleh bermacam hidangan, dengan terhias oleh lilin-lilin dan api kecil menari-nari. kaki mereka tak akan tersandung oleh mayat-mayat tikus yang berantakan di lantai kusut. Mereka bebas berjalan leluasa kesana kemari tanpa sanggahan tongkat kayu. Setiap hari bertabur sapa dengan sahabat-sahabat mereka, melambai-lambai dengan kedua tangannya tersenyum dengan bibir lesung manis tanpa cacat. Indahnya hidup mereka. Sedangkan aku? Hanya seorang berkaki satu, yang hanya bisa berjalan dengan bantuan tongkat kayu. Hanya bertangan utuh di sisi kanan. disebelah kiri hanya bergantung seputung pundak. Mereka mungkin bisa bermain bersama kakak-kakaknya, adik-adiknya, sahabat-sahabatnya. Sedangkan aku? Hanya orang penyakitan yang berjalan sendirian, mendekat kepada kambingpun mungkin dia akan lari terbirit-birit takut tertular. Mereka mungkin bisa bersimpuh di bawah kaki orang tuanya, mencium tangannya, memeluknya, sedangkan aku? Hanya anak terlantar sebatang kara yang tinggal dibangunan tua yang entah milik siapa. Aku hanya setitik nyawa, yang tak tau apakah aku punya keluarga, apakah aku punya orang tua, apakah aku lahir dari rahim seorang ibu, bahkan aku tak tau, apakah aku juga seorang manusia seperti mereka.

Kapan siang tiba? kapan cahaya akan kembali mengusir para kelelawar-kelelawar di atas atap bangunan tua ini, telingaku sakit oleh siulan fals mereka. Untung saja, dibalik sawah-sawah kering yang gelap itu, masih ada alunan jangkrik dan nyanyian kodok yang beradu merdu. Ah...tetap saja siulan para kelelawar gila ini menggangguku. Lekaslah siang! datanglah mentari! Tolong usir kelelawar-kelelawar tak berbadab ini.
Angin liur halus melembur. terdengar setitik bunyi, kecil, lembut, lirih sekali. Apakah itu? apakah suara sebutir debu yang menangis kesepian karna ditinggal kawanannya pergi bersama angin. Melayang bersayap sepoi bersama dedaunan kering. Apakah itu suara rintihan angin yang beratap rindu pada belayan hujan. Entah, mungkin saja hanya teguran tembok kotor itu agar mataku cepat terpejam.

Mataku mulai terkatup-katup, kulit lembut dan bulu mata seakan sudah tak tahan lagi berujar rindu, bertarik ulur dari tadi tiada henti. Huh...Mungkin mereka ingin bercinta menikmati malam yang yang panjang ini, atau mereka sudah tak tahan lagi oleh koaran hati dengan katup mulut berteriak lantang, berkoar-koar bersama urat di leher. Tak terima oleh lalapan api kebosanan, atau karna dinginnya embun kepedihan. Terus bergejolak dan bergejolak, meski hanya dalam dimensi hati. Aku ingin tidur tenang seperti burung cendet itu. biarlah aku menikmati tidurku bersama nyanyian fals para kelelawar itu, bersama sang semut yang menggerayangi, bersama pijatan nyamuk yang tiada henti silih berganti.

Sudah saatnya sang tikar tipis bekerja, meski kusut dengan berjuta noda. Sudah saatnya serakan debu yang berjejer di lantai kotor itu siap tersingkir. untuk menyambut gejolak mata yang sudah tak tahan oleh gemerlap alam. terus berkoar untuk terpejam. Berusaha aku berjalan dengan bantuan teman setiaku sang tongkat kayu, meski lusuh termakan waktu, namun tetap kuat mengantarkan kemana kehendak hati ini pergi. entah kemana kakiku yang sebelah, mengapa tak pernah nampak seperti kaki orang lain pada umumnya, hingga berjalanpun terkatung-katung seperti perahu kecil yang terombang-ambing oleh buaian ombak di lautan.

Kumulai langkahkan tongkat kayu dan kakiku secara bergantian, menuju satu-satunya cara memperoleh ketenangan. ke arah dimana saya bisa menghilangkan kebosanan. ke alam hitam tanpa kesadaran. Perlahan mulai ku rebahkan badan. Sang tikar sigap sambut tanpa bosan. Meski kepala hanya bersandar pada gumpulan sabut kelapa dalam balutan kain hitam. Dalam rebahan badan sang mata masih terkatup melihat hilir mudik tikus-tikus kecil yang menyongsong pekat malam. Mencari santapan di ruangan kotor ini, selayaknya saya yang mencari sisa makanan di pasar-pasar.

Ah....Putih, semuanya putih, tak ada hias warna walau setitikpun. Kemana alam, kemana warna sang alam. kemana dinding kotor pemijak mata seperti biasa. kemana jendela kecil bertepi besi itu. kemana pohon-pohon dan tariannya. Sunyi, semuanya sunyi, tiada serintih bunyipun, yang ada hanya alunan halusinasi sepi. tak ada suara bising gerombolan kelelawar hitam yang biasanya pelikkan kupingku setiap malam. tak ada siulan petir yang membawa ketakutan seperti biasanya di musim hujan. Semua putih, tak ada yang bisa ku sentuh, tak ada secuil bendapun, tak ada setitik warnapun. Tak ada gerombolan semut yang biasa menggerayangi, tak ada nyamuk-nyamuk yang biasa bersantap malam dengan darah keringku.

Hmm, hmm, akhirnya..hehe, semua menjadi nyata. Haha haha haha, inilah kehidupan yang sebenarnya. Tidak ada penderitaan, tak ada suntikan nyamuk-nyamuk gila itu, tak ada suara-suara bising itu. akhirnya, akhiranya, sudah saatnya aku bersorak ria kesana kemari, berteriak dengan lantang luapkan kegembiraan. meloncat loncat tiada henti. Ahh aku meloncat, kaki..kaki..dua kaki..horee akhirnya saya punya dua kaki. Seketika pandangan menuju kesepuluh jemari yang sedang mengepal. Hah sepuluh jari ? tangan, yah tangan hore akhirnya saya juga punya tangan. Dua tangan. Hahahaha terus dan terus saya tergelimang dalam balutan tawa kegembiraan, meloncat loncat kegirangan dan bergulung-gulung di alas dan atap 3 dimensi yang serba bersih yang putih itu.

Betapa girang rasanya, kepedihan yang selama ini saya rasakan telah sirna. Kaki satu, tangan satu, tongkat kayu telah berlalu. Berhenti saya tertawa, saya mulai merasa harus menemukan sesuatu. apakah itu setitik temu, selirih suara, atau bahkan segumpal benda-benda yang biasa mewarnai mata. Berjalan dan terus berjalan, pelan ku langkahkan kaki ini, sejengkal demi sejengkal. Namun yang kutemukan hanyalah buritan warna putih ini yang seakan terus mengikuti di belakangku, semakin menjauh di depanku, dan tetap berdiam diri di kanan kiriku. Terus ku langkahkan kakiku menuju arah yang sama, tetap saja hanya warna putih di sekelilingku. Semuanya masih sama, hanya sepi, sunyi tetap pada halusinasi kosong tanpa arti. Mungkin kurang jauh kaki ini melangkah, Hingga terus dan terus aku melangkah, seakan tidak lelah tetap bersemangat kaki melangkah. Entah sudah berapa lama saya berjalan di ruang putih ini, tak ada pacuan pengukur waktu seperti putaran matahari di siang hari. Tak ada penanda arah seperti gugusan bintang di malam hari.

Mungkin saya sudah salah arah seperti gerombolan semut yang menuju kapur putih hingga membuatnya mati perlahan. Akhirnya ku putuskan untuk mencoba berbelok arah kesamping kiriku. Terus ku lanjutkan melangkah dan tetap melangkah. Ah sama saja, tidak ada setitik apapun itu, baik suara, warna, hingga benda. Tak ada apapun yang menghiasi pandangan ini. Lesu, seakan tak kuat lagi kaki baruku ini untuk melangkah. tapi tetap ku berusaha torehkan pandangan kesana kemari. Masih saja yang terlihat hanya ruang kosong tak terisi. hanya ada suaraku, warnaku, tubuhku. tak apalah. mungkin harus lebih jauh lagi ku berjalan untuk menemukan kehidupan seperti biasanya. Rasanya seakan sudah tak sabar untuk menikmati indahnya, menikmati seperti terlahir kembali dan hidup normal dengan kaki dan tangan baruku ini.

Ku rebahkan badanku di atas alas putih, sangat bersih tanpa debu sedikitpun. Tak ada tikar kotor. tak ada buntalan sabut kelapa terbungkus kain busuk. tak ada tikus berkeliaran hinggapi pandangan. semua tampak putih dan bersih. Dalam hati ku berkata, akhirnya aku mendapatkannya. mendapatkan hidup dalam kebersihan. hidup sama seperti orang-orang itu. beberapa saat ketika lelah melalang buana, mungkin sudah saatnya aku harus kembali melanjutkan perjalananku ini, mencari ruang kesempurnaan selayaknya mereka.

Tak jauh dari pandangan, seakan tersulut setitik hitam di ujung putih disana. Kelap kelip berkilauan hiasi mata. Satu-satunya warna yang ku temukan di ruang kosong ini. Entah apakah gerangan. Seberapa jauh saya harus melangkah untuk menggapainya. Setitik kecil berwarna hitam. Mengkilap bak silauan mentari ke arah pecahan kaca di bawah jendela bangunan tuaku. Seakan lambaikan tangan berikan harapan. Akhirnya harapan itu datang, kucuran keringat yang berjatuhan telah terbalaskan oleh setitik harapan. Setitik warna hitam di alam yang serba putih, nampak indah. sudah bagaikan sang kunang yang terbang sendirian di pekat malam. seperti telah menghapus segala kerisauan dan kegelisahan yang ku rasakan, dan merubahnya menjadi segenggam jawaban dari sebuah harapan. dan bersihkan semua keringat yang bercucuran, menjadi kucuran air hujan yang menyegarkan.

Hahaha..haahaha. sambil tertawa ria ku berlari ke arahnya, kencang ku berlari dan terus berlari tiada henti. sampai mulai terasa jantung berdetak lebih kencang kembali, keringatpun berkucur deras basahi alas putih ini. Namun tetap saja, sepanjang jalan ku berlari, tak terdengar suara sayup selirih anginpun. Hingga sampailah pada lelahku. ku berjalan dengan jantug yang tetap berdetup kencang sambil pandangi titik hitam itu, tapi tetap saja tak ada perubahan sekecil kerikilpun. Ukurannya tak berubah sedikitpun. Semuanya tetap sama seperti pertama kali aku melihatnya. Entah telah berapa jauh aku berlari. sudah berapa lama kaki ini melangkah. Tapi mengapa setitik hitam itu masih tetap seperti itu. Mungkin memang tempatnya yang sangat jauh. saya tetap harus berlari dan berlari. Karna saya yakin dengan kaki dan tangan baruku ini, saya bisa melakukan segalanya. saya bisa mendapatkan segalanya.

Ku berhenti sejenak, telungkupkan kepala ke bawah, lesu. Seketika pandangan kembali menoreh ke titik hitam. Respect langsung kaki ini berlari kencang, bahkan sebelum otak belum berikan perintah. Seperti lupa bahwa lelah sedari tadi bertamu. seakan sang kaki tak perduli pada kucuran keringat dan bunyi jantung yang berdetup sangat kencang. Pandangan menuntun kaki untuk terus berlari dan berlari. Sampai sangat terdengar jelas di telinga. Entah, Apakah itu adalah kombinasi bunyi dari tubuh yang lelah. Jantung yang berdetap kencang. Atau bunyi laju kaki yang berketapak, dan suara lirih oleh badanku lewati sang ruang.

Tergeletak badan ini tertindih oleh sang lelah, sudah tak ada harapan lagi dalam hati. Lantai alas putih telah basah oleh keringat. Pikiranku kosong, hanya bintang-bintang kecil berwarna kuning yang berputar-putar di atas kepala, sudah seperti adegan kartun tikus dan kucing yang pernah ku tonton di warung di pasar-pasar. Ahh aku tersenyum dengan kerutan putus asa. Ahh mungkin itu hanya halusinasi. Ya halusinasi. Tak pasti. lantas sebenarnya apa ruang putih ini? kemana arah kembali? dimana rintihan tikus-tikus kecil. Kemana sapa kawanan nyamuk yang silih berganti bersantap malam.‘haiii” teriakku lantang. “kemana arah kembaliiiii, Kemana arah pergi?, oiiii..

Terus dan terus ku berteriak sekencang-kencangnya, ku berkoar mencari ruang, mencari masa, mencari warna, mencari waktu, selayaknya yang ku temukan di duniaku. Duniau yang dulu. Ku terus berteriak dalam geletak lelahku, sampai keluar dengan sendirinya dari mulut ini, hinaan, cacian, ejekan, semuanya, meski aku sendiri tak tau itu untuk siapa. Sambil mata terpejam ku terus berkoar-koar sendirian.

Seketika terdengar sedikit suara, “Sngg” menggeletar di telingaku. Hingga seketika langsung ku buka mata. Terdengar suara yang lebih keras lagi “SnggG”, hah,, apa itu, ku menoleh kekanan dan kiriku, namun tak tampak secuil warnapun dalam pandangan. hingga Kembali terdengar “SNGGGGGGG” kali ini sangat keras, begitu kerasnya sampai terasa sakit rasanya pendengaranku. Apa itu? hingga aku kembali teringat oleh titik hitam di sebelah sana. Ya titik hitam itu. Aku bergegas berusaha berbalik untuk melihat. “ SSNGGGGGGGGGGGGGGGG” sangat sangat keras sekali. respek tanganku menutup telinga, seraya mata tetap pandangi sang titik hitam.

Ahhh ternyata bunyi titik hitam itu, semakin lama semakin keras. Hingga mataku terperongoh oleh titiknya yang semakin membesar. Semakin keras suara yang ku dengarkan, dan juga semakin besar bulatan titik hitam. Suara bisingnya sugguh sangat menyiksa, namun aku tetap terperongoh. Semakin membesar dan membesar. Hingga aku sadar bahwa sang titik hitam menuju ke arahku. Entah apa yang harus saya lakukan. Aku mencoba berdiri dengan tangan tetap lindungi kuping dari bisingnya. Sungguh aku dipenuhi rasa takut, aku takut sesuatu terjadi padaku, aku takut itu adalah malaikat maut yang siap menjemputku. Belum sempurna kakiku berdiri, setitik hitam dan suara bising telah berada sejengkal dari mataku.
Seketika “ JLEEPPP.”

Tak ada warna. tak ada ruang putih. semuanya hitam. Gelap. Sunyi. tak ada apapun disini. Aku hanya berdiam diri disuatu tempat yang bahkan saya bertanya-tanya apakah ini memang sebuah tempat. Saya merasakan angin melambai-lambai di atasku. Angin itu semakin kencang ku rasakan. Aku sadar sedang terjatuh. Aku berteriak dengan lantang, terus berteriak dengan beribu tanda tanya dalam hati, kemana aku akan terjatuh. Hati sudah kacau tak karuan. Semakin yakin bahwa sang titik hitam adalah malaikat sang maut pencabut nyawa. Aku terus terjatuh, dan DEPP..Badanku mulai merasakan sesuatu. Sepertinya sudah mencapai dasar. Sedikit terpental. Dimana saya jatuh? Mengapa tak terasa sakit sedikitpun? Gumam hatiku. Belum mata coba kubuka, hidung sudah disambut oleh bau yang sangat busuk, sangat sangat busuk. bahkan baunya tak pernah ku cium sebelumnya di tempat sekotor bangunan tuaku. ku coba perlahan membuka mataku. Ahh aku terjatuh di gelimpangan mayat yang menggunung, ya diantara mayat-mayat yang sebagian sudah tinggal belulang. Mayat tanpa tangan dan tanpa kaki. aku jatuh tepat di atas bukitnya. Dimana aku? Mencoba ku bangkit, namun sejengkal kaki melangkah, ku terpeleset hingga jatuh menggelinding, aku terus jatuh menggelinding di antara banyak mayat yang bergelimpangan. Entah, apakah ratusan, ribuan atau mungkin jutaan. sungguh baunya busuk sekali. Aku Terus menggelinding, kembali aku berteriak dalam ketakutan. Dalam hati ku berkata, sebenarnya dimana aku? aku hanya bisa terpejam. Dalam fikiranku aku bertanya, apakah ini pintu-pintu menuju kematian. Hingga ku rasakan tempat ku menggelinding mulai datar. Sampai badanku tergeletak di akhir gelindingan. Tampaknya memang sudah berhenti. Ya ternyata memang sudah berhenti. Namun tetap tak terasa sakit sedikitpun, sungguh aneh. yang ada hanya pusing oleh putaran di antara bau-bau busuk itu. mataku masih terkatup dalam pejam. masih terasa putaran-putaran itu, kepalaku masih terasa pusing, di tambah gundukan bau busuk seperti melayang-layang di atas kepala.

Perlahan, sedikit demi sedikit ku mulai buka mataku. Ahh baunya masih ada, meski tak sebusuk yang tadi. Dalam geletak, tepat di depan mataku, sepenggap badan, badan yang berdiri tanpa kaki. Hingga ku mulai bangkit membuka mata. Berdiri Tampak miring, sesosok yang tampak coklat dalam samar. Belum sempurna dalam bangkitku, aku terjatuh kembali. Sungguh kaget. Hatiku berkecamuk dengan heran penuh ketakutan. Fikiranku sudah kemana-mana. Takut. Aku takut. Apakah ini yang dinamakan neraka? Apakah ini balasan dari ketidak ihklasanku akan yang diberikan kepadaku di dunia? seketika tepat didepan mataku, sejengkal di hadapanku, telah berdiri beberapa sosok, entah makhluk apakah ini. Sesosok yang tampak seperti manusia, baunya busuk meski tak sebusuk tumpukan mayat di sebelah sana. Matanya lusung, rambutnya panjang dan acak sekali. badannya penuh dengan tumpukan bisul dan nanah yang berkucur melumuri. Darah menetes-netes dari sikut dan sebagian keluar dari puluhan bisulnya. tak ada tangan. tak ada kaki. Satupun.

Mereka semua melotot padaku dengan matanya yang hitam. Sudah tak jernih selayaknya manusia biasa. Perlahan ku mencoba mundur dengan perlahan. Fikiranku berkecamuk oleh pertanyaan. Dimanakah aku, siapa mereka? Belum aku sempat kembali berasumsi, mereka mengesot ke arahku. fikiranku sudah buntu. Ku pejamkan mata. Pasrah. Aku berteriak meski tak tau apa yang akan mereka lakukan, “ jangan, jangan, jangan. Seketika, terasa bulu-bulu kasar seperti helai sapu, mendorong ke atas lengan kiriku, begitupun di lengan kananku. Dan bulu-bulu itu juga terasa ingin membangkitkanku dari leherku. Ku buka mataku, ternyata benar, mereka berusaha membangkitkanku. Hingga aku bangkit dan berdiri tegak. Tampak bibir dibawah kering gumpalan ingus mereka agak melebar, menandakan mereka sedang tersenyum. Haha haha haha, terdengar suara tawa mereka bersama-sama. Rasanya sungguh bingung. ada apa ini? Hingga terlihat beberapa dari mereka mengeluarkan suara-suara kecil. Aku sadar tampaknya mereka ingin berkomunikasi. Aku tak tau apa yang mereka bicarakan, bahasanya terdengar seperti orang bisu, dia mulai mendekat kesebelah kakiku. Ku lihat sorotan matanya seperti berbinar. Memandang fokus ke arah kakiku. Yang lain juga mengesot ke sebelahku, hingga tampak tanah bekas langkahnya penuh dengan warna kuning dan merah bekas nanah dan darah. dia juga mengeluarkan suara yang sama. Suara tampak seperti orang bisu. Tak lama, wajahnya yang lusuh penuh dengan kotoran, mencoba meraih jari jemariku. Bibirnya kembali melebar, mata kecoklatannya berbinar, seakan tertegun melihat jari jemari dan tanganku.

Aku mulai mengerti, aku baru sadar. Nampaknya mereka ingin mengajak berteman. aku tersenyum lunglai. ku berikan senyum paksa. Mereka membalasnya dengan lengkungan bibir garingnya. Dalam balutan yang entah berapa kombinasi bau, pandangan saya mulai bekerja. Memandangi alam sekitar, Sungguh betapa mereka hidup dalam kesengsaraan, tanpa tangan, tanpa kaki. Tanah-tanah penuh dengan nanah dan darah. Tak ada pepohonan seperti di dunia yang aku tinggali. Sepanjang mata saya melihat, yang ada hanya gundukan mayat yang berserakan dan tanah lapang yang entah dimana sudutnya. Tanah itu tampak dengan garis garis kuning bercampur merah. mungkin memang warnanya, ataupun karna gesekan badan-badan mereka yang mengesot melewatinya. Tapi mereka tampak sangat ramah tamah, tersenyum dan tertawa. bersuka ria. Mereka mengeliliku, Sambil yang lain terus menjungkal-jungkal tangan dan kakiku dengan kepalanya.

Aku mulai merasa senang, kekhawatiranku seakan hilang, senyuman mereka telah merennggut senyuman paksaku, mennggantinya dengan senyuman tulus dengan kasih ikhlas. Aku turut bergembia ria bersama mereka, aku meloncat-loncat dalam tawa, ku terus meloncat dan meloncat. Hingga aku sadar suasana telah sepi. Aku diam pandangi mereka. Ternyata mereka tak berkedip melihatku, entah kenapa. Apakah karna mereka tak pernah melihat orang meloncat seperti itu. aku kebingungan. Suasana tetap dalam diam. Apa ini yang harus aku lakukan. Hingga salah satu dari mereka mulai tertawa, dan yang lainpun turut tertawa. suasana kembali dalam tawa. Akupun kembali memasang jurus muka paksa dengan ikut tertawa. Hingga suana berbalik menjadi ramai oleh tawa.

Dari jauh daratan tanah kuning merah yang datar itu, ku melihat setitik hitam kecil, hingga nampak titik-titik hitam yang lain. Titik hitam itu terlihat sangat banyak. Bergerumel. banyak sekali. Entah ribuan atau jutaan. seakan barisan tentara yang telah siap berperang. Mereka tampak mendekat, ku coba beri menunjuk kepada mereka, memberi tahukan apa yang ada disebelah sana. Namun mata mereka seakan tertegun melihat jari telunjukku. Seperti mereka sedang mengira, aku sedang memberikan sebuah pertunjukan. Ribuan atau jutaan titik hitam itu tampak mulai mendekat, mereka tetap tertegun dengan mata berbinar. Sebagian dari mereka tertawa ria.

Titik hitam itu telah mengubah warna tanah yang kuning merah, menjadi titik-titik hitam yang bergelimang. sungguh sangat banyak. Sampai cukup jelas di depan mataku. Seperti sejenis hewan melata kecil empat kaki, bermata merah, berjangggut panjang seperti belalang. Sebesar jempol pada kaki. Mendekat, hingga sangat dekat. Aku tetap terperongoh melihatnya. Sampai salah satu dari manusia busuk tanpa kaki berdiri di ujung sebelah sana di gerayangi, hewan melata itu menggerayangi seluruh tubuhnya, hingga tak tampak tetesan darah dan nanah di badannya. Manusia busuk yang lain seperti sangat kaget melihat rekannya, mereka mencoba kabur dengan mengesot, mengesot dan mengesot. Aku masih terheran. Mataku tak percaya ini terjadi. Hingga salah satu Manusia busuk tanpa kaki itu menabrakku, aku baru sadar bahwa aku juga harus cepat melarikan diri. Mencari keselamatan dari serangan hewan hitam itu.

Aku berlari dan berlari, tak kenal arah ku terus berlari. Sambil seskali menoleh kebelakang, tampak sudah tak ada sisa dari Manusia busuk itu. Semuanya penuh dengan lautan hitam, lautan hewan melata yang entah apa itu namanya. Terus ku langkahkan kaki ini, aku tak peduli, ku tetap harus terus berlari, menjauh dengan penuh perasaan takut yang mencekam. Hingga lelah kembali menindihku dalam geletak, aku terjatuh, dan memang tampaknya aku sudah jauh. Jauh dari hewan melata itu. ku rebahkan badan di antara nanah dan darah kering di tanah. Sejenak tampak terasa geli di balik lututku, tampaknya ada sesuatu. Apa itu? ketika ku mulai duduk dari rebahan, tampak hewan melata hitam itu di lututku, dengan mata merah bersinar, menganga, keluarkan dua gigi hitam yang besar. tampak tajam, seperti taring harimau, meski lebih kecil ukurannya. Akupun langsung berteriak lantang. AHHHHHHH..JLEEPP. suasana telah berbeda. aku kembali berada di ruangan tuaku. jendela besiku berikan ruang bagi cahaya rembulan yang tampak indah berikan pancaran. aku terpaku dengan mata melotot, terfokus pada tikus kecil yang sedang menggigit lututku. Aku baru sadar, telah terbangun dari mimpiku. Ahh si tikus sialan.


Share:

49 Langkah Mencerdaskan Otak (Mencetak Daya Pikir Sejak Dini)

49 Langkah Mencerdaskan Otak (Mencetak Daya Pikir Sejak Dini).

Ditulis oleh Dr. Jean Mark Ruben dan Ann Daufur. Tebal 246. Penerbit Almahira, Jakarta. Tahun 2009.

Judul resensi ini ditulis sebagaimana judul aslinya.

Otak merupakan organ utama bagi tubuh manusia.  Jika dilakukan perhitungan cepat, maka dapat diketahui bahwa otak membutuhkan energi 10 kali lipat dari energi yang dibutuhkan oleh semua organ tubuh. Padahal berat otak sendiri tidak sampai 2% dari berat tubuh manusia.
Otak akan mengolah seluruh informasi yang didapat indra kemudian diubah menjadi rasa: manis, pahit, sakit, bahagia, sedih danlain-lain. Juga merupakah faktor utama di balik suksesi hidup manusia, baik dalam hal keyakinan, kesehatan, kehidupan sosial dan pekerjaan.

Otak merupakan organ tubuh yang paling lama rusaknya dibanding organ yang lain. Semakin tua umur manusia, maka secara otomatis organ-organ tubuhnya akan semakin lemah. Namun tidak demikian dengan otak. Apabila tetap dijaga, kondisi otak tetap bisa lebih baik dibanding organ tubuh yang lain. Terjadinya penurunan kinerja otak bagi kebanyakan lansia bisa jadi disebabkan beberapa hal. Hal tersebut sebagai berikut:

1). Radikal bebas. Radikal bebas dapat menjadi menyebab cepatnya proses penuaan pada seluruh bagian tubuh. Partikel-pertikel ini timbul oleh proses metabolisme oksigen yang dikonsumsi anggota tubuh menusia. Disisi lain, zat-zat lemak yang menjadi unsur pokok bagi pembentukan otak memiliki sifat cepat rusak dan mudah teroksidasi. Bahan-bahan seperti rokok, alkohol, polusi dan berbagai makanan tidak sehat dapat memperbesar kuantitas radikal bebas dalam tubuh manusia.

2). Gangguan peredaran darah sangat berpengaruh terhadap kinerja otak. Sebab kinerja otak sangat dipengaruhi oleh aliran darah yang mengalir ke dalamnya. Bahkan otak menggunakan 25% darah dari seluruh darah yang terdapat dalam tubuh kita. Maka Bagaimana cara memperbaiki peredaran darah? Lanjut baca artikel ini.

3). Kekurangan neurotransmitter (yeng menjadi penghubung antar sel-sel saraf).
Apa itu neurotransmitter? Lanjut baca artikel ini.

4). Jumlah kalsium di dalam sel saraf yang terlalu banyak.
Konsumsi kalisum secara berlebihan sebenarnya tidak ada masalah. Penumpukan kalisum yang mengakibatkan gangguan terhadap otak adalah disebabkan oleh hormon cortisol yang muncul pada saat tubuh mengalami stress. Untuk mencegah agar kalsium tidak masuk ke dalam sel-sela saraf maka bisa menambah konsumsi magnesium.

Semakin bertambahnya usia, daya kerja otak juga akan semakin lemah, hal ini sebenarnya bisa diminimalisir dengan beberapa cara, salah satunya adalah selalu mengajak otak aktif berfikir, beraktifitas dan jangan biarkan selalu dalam keadaan pasif. Kemudian secara detail, ada 49 langkah sebagaimana dalam judul buku ini yang dapat berguna agar otak manusia semakin cerdas, sehingga dia bisa semakin baik dalam melakukan aktifitasnya. Yakni sebagai berikut:

1). Makanlah dengan baik dan bernapaslah

Otak selalu memaksa manusia untuk memasok 100 mg glukosa setiap satu menit sebagai bahan bakar, demikian juga oksigen sebagai bahan pembantu pembakaran. Maka efektifitas kerja otak sangat bergantung pada apa yang dikonsumsi dan yang dihirup. Zat gula dan oksigen merupakan dua jenis nutrisi wajib bagi otak. Zat gula hanya dapat menjalankan fungsinya karena adanya oksigen. Maka sangat baik bagi manusia untuk mengontrol zat gula yang dikonsumsi dan oksigen yang dihirup.

2). Perbaikilah cara bernafas

Sejak dahulu peradaban hindu mengatakan bahwa udara mengandung sesuatu yang disebut “prana” (sejenis energi yang paling mendasar), sehingga bagi mereka bernafas yang baik jauh lebih penting daripada makan dengan baik. Masalah yang kerap kali dilakukan manusia adalah “kekurangan” dalam bernafas. Alih-alih bernafas dengan menariknya dalam-dalam, kita justru sering bernafas secara dangkal, pendek dan terputus-putus. Pada gilirannya cara bernafas seperti ini tidak dapat memasukkan oksigen pada sel-sel saraf yang semestinya. 

Bernafas dalam-dalam akan membantu menenangkan diri manusia. Untuk mencapai hal tersebut kita harus mulai dengan latihan bernafas. (berbaring atau duduklah senyaman mungkin, kemudian hirup udara pelan-pelan melalui hidung sekitar 5 detik. Ketika paru-paru sudah penuh, ia akan mendorong udara ke perut. Kemudian tahanlah nafas sekitar 20 detik. Lalu hembuskan udara yang dihirup dengan sangat perlahan maksimal 15 detik. Ketika paru-paru sudah mulai kosong dari udara, tahanah nafas selama 10 detik, kemudian lakukan kembali dari awal)

3). Makanlah untuk berpikir

Makanan yang dikonsumsi manusia terdiri dari beberapa zat nutrisi burkuran besar (protein, lemak dan zat gula) serta beberapa macam zat lain yang berukuran kecil (berbagai jenis vitamin, mineral, dan beberap zat lain). maka seyogyanya manusia bisa mengatur pola makan secara seimbang dan setiap hari hendaknya mengonsumsi zat gizi yang disebutkan. Diet berlebihan dapat menjadikan kinerja otak berkurang.

4). Perbanyak vitamin agar pikiran cemerlang

Agar fungsi otak cemerlang, tubuh membutuhkan banyak vitamin. Beberapa vitamin yang secara khusus dibutuhkan oleh otak ialah sebagai berikut:

A). Vitamin B1. (ayam, kemiri, hati, roti yang belum diolah, kacang-kacangan, kentang, dll). Seseorang yang menghentikan konsumsi vitamin B1 dalam waktu 6 hari saja akan langsung merasakan penurunan kualitas kecerdasannya. Hal ini terjadi karena vitamin B1-lah yang menyebabkan otak manusia dapat menggunakan zat gula.

B). Vitamin B2. (telur, jamur, susu, daging, semua sayuran berwarna hijau yang sudah dimasak, dll) diperlukan agar tubuh dapat menggunakan vitamin B1 dan B2 dengan benar karena kedua vitamin ini saling berkaitan.

C). Vitamin B3 (hati, cabai, ayam, ikan tuna, salmon, kalkum dll). Vitamin B3 sangat diperlukan untuk menjaga koordinasi kerja otak.

D). Vitamin B6 (hati, ayam, semua jenis tepung gandum, semua jenis daging, semua jenis ikan, buah-buahan, sayuran, dll) dengan adanya vitamin ini kita dapat merasakan kondisi mental yang tenang dan semua neurotransmitter dapat menjalankan tugasnya dengan baik.

E). Vitamin B9. (asparagus, bayam, wortel, buncis, kentang, seluruh kacang, susu dan daging, dll). Kekurangan vitamin ini dalam jumlah besar dapat menyebabkan gangguan fisik mamupun mental dan juga menyebabkan penyakit alzheimer dan parkinson.

F). Vitamnin B12. (Semua jenis keju, ikan, daging, telur, beberapa ganggang laut, binatang berkulit keras seperti kepiting, udang, dll) kekurangan vitamin ini dapat menyebabkan gangguan pada sistem saraf dan mental.

G). Vitamin C (semua jenis buah dan sayuran, khususnya buah jambu, kiwi, mangga, lemon dan semua jenis anggur yang berukuran kecil seperti beri, kismis, rasberi) sebenarnya kegunaan vitamin ini terhadapat otak sangat kecil, ia lebih banyak dibutuhkan oleh anggota tubuh lainnya. Namun vitamin juga penting bagi otak, yakni bagi neurotransmitter jenis dopamine (bagian otak sebagai pendorong gerak manusia), karna dengan vitamin ia bisa tetap bekerja. 

H). Vitamin E (minyak gandum, jagung, kedelai, biji-bijian, kacang-kacangan muda, sayuran hijau, daging merah, dll)vitamin ini berfungsi sebagai pengawal pribadi bagi sel-sel saraf manusia. Sebab ia dapat melindungi lemak dengan sangat  baik dari proses oksidasi karena partikel radikal bebas, demikian juga vitamin ini akan berfungsi sebagai pengaman kohesi dan konsistensi proses pembentukan jaringan otak.

5). Perbanyak konsumsi mineral

Untuk dapat bekerja dengan baik, otak membutuhkan mineral. Mineral tersebut ialah:

A). Zink (kerang, hati, siput, telur dan daging merah). Kekurangan zink dapat memicu beberapa gangguan mental dan juga ketidak sempurnaan proses asimilasi oksigen yang sangat vital bagi otak.

B). Magnesium (kedelai, kacang mete, kacang almond, biji-bijian yang belum diolah, cokelat, kurma, dll) adalah salah satu bahan yang sangat dibutuhkan dari proses energi otak dan menjaga keseimbangan sel-sel saraf.

C). Zat besi ( daging merah, daging putih, telur, ikan, semua hasil laut, dll) sat bezi sangat penting karena akan menyelurkan oksigen ke dalam otak.

D). Selenium. (daging, ikan, telur, jamur cepes, dll). Mineral jenis ini sangat penting untuk proses penuaan sel dan juga menjadi pelindung yang baik bagi otak.

E). Iodium (di dalam semua jenis makanan yang didapat dari laut, garam beriodium dan kedelai). Mineral ini berperan langsung terhadap otak dan kecerdasan manusia. Seseorang yang kekurangan iodium akan mengalami penurunan tingkat kecerdasan.

6). Kembalilah mengonsumsi bahan pangan alami (sesuai keinginan gen purba dan tubuh anda)

55% makanan yang dikonsumsi manusia saat ini adalah makanan jenis baru yang tidak ada di zaman dahulu. Contohnya keju, pemanis buatan, mentaga, minyak goreng dan lain-lain. Maka yang terbaik adalah berusaha untuk meminimalisir konsumsi bahan makanan jenis baru  dan memperbanyak bahan alami seperti buah, sayuran, telur dan lain-lain.

7). Kurangi menonton televisi dan perbanyak membaca

Apa yang kita anggap sebagai kegiatan menyenangkan bagi otak, belum tentu merupakan hal yang baik baginya. Misalnya otak tidak menyukai kondisi diam, statis dan pasif. Karena otak dapat diibaratkan pisau, apabila ia dibiarkan maka daya pikirnya juga akan semakin tumpul.  Di dalam otak dikenal dengan “alpha” dan “beta”. Dalam kondisi alpha, otak merasa tenang standar dan berhenti bekerja. Di dalam fase “alpha” ini sering dikomparasikan dengan hipnosis biasa dimana manusia akan susah untuk meninggalkan hal tersebut.

Oleh sebab itu, biasanya seorang ibu yang mematikan televisi di saat anaknya sedang asyik menonton, maka dia akan menangis atau berteriak. Namun ketika ibu ingin menyuapinya makanan atau memakaikannya baju, maka anak tersebut tidak akan menolak, karena pada saat saat nonton televisi, otak anak dalam kondisi lemah dan hanya pasif. Sedangkan membaca, akan membuat otak manusia menjadi aktif dan menghirup segala macam informasi yang ada.

8). Perbanyaklah olahraga

Banyak bergerak akan sangat mudah bagi organ tubuh, khususnya peredaran darah,. Peredaran darah yang baik akan sangat baik bagi fungsi otak. Olahraga juga akan memberikan pasokan oksigen yang baik terhadap otak, sehingga membuat fungsi kecerdasan manusia menjadi meningkat. Para ilmuwan menyimpulkan setiap manusia yang berjalan satu kilo meter, maka sama dengan mengurangi tingkat penurunan kemampuan kognitif sebanyak 13%.

9). Tertawalah agar otak anda tidak rusak

Salah satu cara agar otak bahagia adalah dengan tertawa. Tawa dapat menggerakkan begitu banyak otot, melancarkan peredaran darah dan memperbaiki proses distribusi oksigen ke seluruh tubuh. Bagi otak, tawa dapat menyebabkan munculnya beberapa neurotransmitter (yang menjadi penghubung antar sel-sel saraf) dengn jumlah meilmpah.

10). Jaga kebersihan darah (otak lebih mengutamakan darah yang bersih)

Untuk memberi pasokan makanan kepada otak sebagaimana mestinya, otak harus dalam kondisi terbaik. Agar otak dalam kondisi yang baik, maka harus dilakukan pembersihan secara sempurna, yakni dengan menyigkirkan kolesterol, homocysteine, trigliserida. Maka hal terbaik untuk menjaga kebersihan darah sehingga darah bisa berjalan dengan lancar adalah mengatur pola makan yang baik.

Untuk saat ini 10 dulu ya gaesss..

Share:

طرائق فوز الدنيا عند الاسلام

الاسلام هو الدين الذي يأتي لمصلحة الناس بكمال الطرائق الدنياوية والاخروية بوسلية سيدنا محمد صلى الله عليه وسلم, اورث الناس بالقران والحديث لتنظيم جميع حياتهم، حياتا بين المخلوق والمخلوق وخصوصا بين الخالق والمخلوق.

اول ما اتى في الاسلام هي في باب الايمان،  الايمان هي اليقين بالله وجميع ما اوجب الله بيقينه. ولذالك ايات المكية الذي دعى به النبي في المكة اكثرها هي ايات الايمانية. وايات المدنية هي الاحكام.

كثير مما اتى في باب العلم (علم الدنيا) هذا الزمان هي اتى بعيد قبله، يعني اتى في زمان النبي صلى الله عليه وسلم. احدها النظرية بغبغ الذي اتى في السنة 1924، هذه النظريه  يقول ان السماء مصبوب بتفجر العلم، ذالك  مكتوب في القران العظيم في 1400 سنوات مضى. في القران مذكور في سورة الانبياء اية 31 "أَوَلَمْ يَرَ الَّذِينَ كَفَرُوا أَنَّ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ كَانَتَا رَتْقاً فَفَتَقْنَاهُمَا وَجَعَلْنَا مِنَ الْمَاء كُلَّ شَيْءٍ حَيٍّ أَفَلَا يُؤْمِنُونَ".

وايضا في باب علم الجنين، علم الجنين او امبريولوغي يوجد اولا في 1827، بل القران بعيد قبله ذكر في سورة السجدة ايات 7-10
الَّذِي أَحْسَنَ كُلَّ شَيْءٍ خَلَقَهُ ۖ وَبَدَأَ خَلْقَ الْإِنسَانِ مِن طِينٍ ثُمَّ جَعَلَ نَسْلَهُ مِن سُلَالَةٍ مِّن مَّاءٍ مَّهِينٍ ثُمَّ سَوَّاهُ وَنَفَخَ فِيهِ مِن رُّوحِهِ ۖ وَجَعَلَ لَكُمُ السَّمْعَ وَالْأَبْصَارَ وَالْأَفْئِدَةَ ۚ قَلِيلًا مَّا تَشْكُرُونَ وَقَالُوا أَإِذَا ضَلَلْنَا فِي الْأَرْضِ أَإِنَّا لَفِي خَلْقٍ جَدِيدٍ ۚ بَلْ هُم بِلِقَاءِ رَبِّهِمْ كَافِرُونَ".
هذه الامثلة هي قليل من كثير الواقع في باب علم الدنيا.

وما الاعمال الذي توقع سبب فوز الدنيا عند الاسلام؟

اولها هي اليقين، اليقين اول ما يسبب فوز الدنيا، اليقين في قلب الانسان يفرقع جسدها ليعمل جدا، من لا ايقن في قلبه كسل في فعله، لان نبتة الجهد هي اليقين، من يشعر بانه قادر مختلف لمن يشعر بانه لم يقدر. من يشعر بانه قادر جهد في فعله ولو وقع مشكلات، ومن يشعر بانه لم يقدر لم يجتهد في فعله لان في قلبه شعر بانه لن يقدر. ولذالك، الفكار في علم التحفزية في هذا الزمان يثبت قوة اليقين بكلمة البليف(لغة الانغريسية) وينقسم اليقين الى نوعين اولها هي قدر اليقين وثانيها ضيق اليقين. قدر اليقين هي ان ايقن بانه قادر على كل شيئ. وضيق اليقين هي من ايقن بانه لم يقدر على كل شيئ. صاحب يقين الاول من جهد في كل امره لانه ايقن بانه ذاهب الى الفوز، وصاحب يقين الثاني هي عكسه.

بل ان قوة اليقين يوجد 14 قرون مضى يعني في زمان الاسلام. قال الله تعالى في حديث القدسي "انا عند ظن عبدي بي". ذالك القول يوجب لمن يريد كل امرهم دنياويا او اخرويا فوزا، فلاحا و نجاحا.ث يوجب عليهم ان يخالط اليقين في جهده. لان اليقين يرعى صاحبه الى السعادة.

امثلة اليقين في الدنيا هي ان ايقن من جهد بان جهده  ذاهب الى الفوز، لان ذالك يفرقع الحماسة في قلبه ويجلعه جاهدا جدا حتى الفوز. وهذه مختلف بمن لا ايقن. واليقين اخراوي هي ان ايقن بان الله و رسوله وكل ما اتى بهما ناصر. كما في نظم العمريطي "وكل من لم يعتقد لم ينتفع". لذالك يجب على كل مسلم ومسلمة ان يعتقد وايقن بان الله ووسيله ناصر للناس،  إن تيقن الناس بذالك فكان الله ناصر له، وإن لا فكان الله لا ينتصر اليهم.

وطريق الثاني الدعاء. الدعاء سراج للمسلم. لان الدعاء  احد الطريق ان يتكلم المسلم بالله. وان الله يقول في القران العظيم "ادعواني استجب لكم". هذا الوعد وعد الله ووعد الله في كلام الغير بانه لا يخلف الميعاد. والدعاء المستجاب يكون في اوقات ومكان كتب الله لها. احدها بين الاذان والاقامة، وثانيها بعد الصلاة المفروضة، وثالثها في ثلث اليل، ورابعها في فطر الصوم، وخامسها في يوم عرفة، وسادسها في وقت نزول المطر، وغيرهم. ومكان المستجاب احدها في الملتزم يعني بين باب الكعبة والحجر الاسود. وثانيها في روضة النبي والمسجد النبوي، وفي مزدلفة، منى، وغيرهم. ولكن يكون السبب يحجب مستجاب دعاء المسلم كما في الحديث "ومطعمه حرام ومشربه حرام وملبسه حرام وغدي بالحرام فانى يستجاب له."

ولذالك وجب لمسلم ان يحفظ كل ما يطعم، ويشرب، ويلبس، لان مستجاب الدعاء معلقة بها. والدعاء باذن الله قدر على ان يغير القضاء كما في الحديث "لايغير القضاء الا بالدعاء". وذالك قوة الدعاء لتغيير حياة الناس. امثلته ان يكون في قضاء الله شر بل هو دعى بالله خيرا فبإذن الله يكون خيرا. ولذالك في الاسلام كل امر المسلم مؤول بالدعاء لانه إن يوجد ما لم يريد في امره تغير الله بما دعى به المسلم او يخفف الله مشكلات امره. ومن لا يدعى الى الله فهو متكبر بالله. ولذالك يجب على جميع من يريد فوز الدنيا ان يخالط الدعاء في كل امور واوقات ومكان.

وطريق الثالث إختيار. اختيار في الاسلام هي اختيار من بفعله وتوكل على الله بقلبه. اختيار ينقسم الى اوبعة اقسام. اولها اختيار بتقوى الله. تقوى الله هي الطريق الذي ارشد الناس الى سهل امرهم، لان من تقوى الى الله سهل الله جميع امورهم، رزقهم من حيث لا يحتسب و يجعل الله لهم مخرجا كما في القران العظيم " ومن يتق الله يجعل له مهرجا ويرزقه من حيث لا يحتسب". وايضا تقوى في قلوب الناس ارشد اليهم لسكن القلب. ويستحب لمن يريد فوز الدنيا ان يكثر الاستغفار والصلوات على النبي لانها باب كل فوز، فوز الدنيا وفور الاخرة. كما في سورة نوح اية 10-12 "فَقُلْتُ اسْتَغْفِرُوا رَبَّكُمْ إِنَّهُ كَانَ غَفَّاراً . يُرْسِلِ السَّمَاء عَلَيْكُم مِّدْرَاراً . وَيُمْدِدْكُمْ بِأَمْوَالٍ وَبَنِينَ وَيَجْعَل لَّكُمْ جَنَّاتٍ وَيَجْعَل لَّكُمْ أَنْهَاراً"

وقسم الثاني في الاختيار هي كسب او فعل. كسب او فعل يعني ان يفعل من في امر مرغوب، لانه لن يجعله كسلا في وقت طويلة وان امر المرغوب يجعله متمطع في فعله.  والفعل اوالكسب واجب لمن يريد الفوز الدنيا كما في قوله تعالى " ان الله لا يغير ما بقوم حتى يغيروا ما بانفسهم". وتغير الله الى فوز قوم يمشي بفعلهم من او كسبهم. ويستحب ان يكسب ويفعل بنظر مطبوخ اي الفكر الصحيح، لان جميع الامور يكون بمشكلاته فوجب ان يستعد حلوله قبل الكسب او الفعل.

وقسم الثالث في الاختيارهي سأل، يعني ان يسال من الى من اعلم منه، من العلماء في حقول علمهم او من الكتب الذي كتبت اليها. وذالك سواء. كما في القران العظيم "فاسألوا اهل الذكر ان كنتم لا تعلمون" منفعتها هي ان يعلم حلول مشكلات قبل الفعل ويعلم كيفيات طريق الفوز في ذالك الحقول.

والقسم الرابع من الاختيار حفظ اللسان. حفظ اللسان يعني ان يحفظ الناس لسانه من كلام قبيح. لان كلام القبيح يرجع الى صاحبه. وايضا ينبغي للانسان ان يحفظ من الكلام قبح نفسه، لانه ممكن ان يوقع اليه. فوجب اليه ان يحفظ لسانه منه.

وقسم الاخر في الاختيار هو توكل. التوكل على الله يجعل قلب المؤمن ساكن. ويوجب ان يعتقد المؤمن بان الله مالك طبائب الكيفيات لطيب المنتهى بعبده. ولذالك اذا اتى مشكلات في وقت الفعل والمسلم كسب بمنتهى جهدهم وجب ان يعتقد بان الله نظم الخير اليهم بكيفية الله لا بكيفية الناس.

Share:

True Peace and Tolerance

True Peace and Tolerance

Religion is a source and estuary inside the soul of human has been formed by communication of sensory based on logical reasoning in their life every day.  Agama came from 2 words. A, meaned tidak (not) and gama meaned rusak (broken). The meaning of all words of agama is tidak rusak (not broken). Through understanding the literal meaning, the purpose of religion is protecting human from damage, horizontally related between human and others or vertically human with their god can be understood.

In the article of Wikipedia, in this age, from 100% human in the earth, only 15% of them left the religion. And the rest, following several religion, Islam, Christian, Hinduism, Buddha and anothers.

The religions has been developing with the doctrines. Sometime, each of the doctrines  is different from others. So it happened some disunities between the members of religius community. Because each of the religions has been rooted in the soul of human dan spread out throughout the world. It is not confused, when in the one disrtict, even one village, there are several religions and members of the religion community. It is not posibble when the belief of one religion must be imposed to the other, and not possible when the human must be sparated on the basis of their belief, As as solution, to annul a disunity and damage as a religion esential, it is needed to arrange some planns, so that the members of religion can be tolerant and respectful.

It is not easy to create a tolerant in the soul of human, particularly in Indonesia which consist of several ethnics, races and religions. The firts step to do anticipate is detecting each of growing issues that it became a cause of conflict. Those issues is usually about morality, sectarianism, terorism and political religion. From those issues the members of religion closed their eyes from the beautiful of contiguous life, untill occured some conflicts between the members of religion.

In a report published by Paramadina (YWP), Master of Piece and conflict resolution, University of Gajah Mada (MPRK-UGM) and The Asia Foundation (TAF) has found about 832 religion conflict incident occured in Indonesia in period of January 1990 untill August 2008. The detail is 547 peace action and 285 violence action. Look at the diversity of  Indonesia people, it can be said it was reasonable to happen, because of such issues it was very easy to occure a split to the people in some diversities as Indonesia. But, need a contruntive step to close that tap, so tolerant between the members of religion can be reached.  

One of the ways is giving a basic doctrine about the benefits of unity. Unity only be realished with take the values of unity into the regulation. This step will give a big effect to the system of tolerant between the members of religion. But, this step must to do with awareness through education since young to the next generation. If it is done continuedly, that step can give a protect to the members of religion from some morallity issues.

The moderat thinking is also a efective solution to bring a tolerant between religions. The belief in each members of religion can be educated to be moderat and open mind to each opinions. This step can be done with a formal illumition. Then, the disunities can minimalize some sectarianism and terorism issues.

The last step to do is growing democracy with discussion as a top of obligation. At least, with democracy in diversity, every aspiration of the members of religion community can be considerate, so there is no religion feel ezclused. This step will minimalize the issues of political religion.

Share:

Modifikasi Proporsional Representation List System Sebagai The Potent Strategy untuk Menetralisir Money Politics

Demokrasi adalah suatu bentuk pemerintahan oleh rakyat. Di dalam demokrasi, rakyat atau orang banyaklah yang berkuasa. Mereka punya hak untuk mengatur, mempertahankan serta melindungi diri mereka sendiri dari badan yang diserahi wewenang untuk memerintah. Di Indonesia, demokrasi mendasar kepada frasa sakti sila ke-empat Pancasila, yang kemudian diperinci dalam Undang-Undang Dasar Republik  Indonesia  1945 sebagai kontitusi resmi negara. Sila ke-empat yang menyatakan kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan dan perwakilan adalah unsur terpenting dalam Pancasila yang mempunyai muatan politik ketatanegaraan yang sangat kuat.

Soekarno sebagai penggagas welstangchauung tersebut menyatakan bahwa dia terinsipirasi dari Dr. Sun Yat Sen di dalam tulisannya San Min Chu I atau The Three People’s Principles, dia mengaku mendapat pelajaran untuk membongkar kosmo- politisme yang sebelumnya diajarkan oleh A. Baars, cendekia asal Belanda. Sejak saat itulah tertanam rasa kebangsaan dalam dirinya, sehingga kemudian merumuskan Pancasila pada masa pembuangannya di Nusa Tenggara Timur oleh Kolonial Belanda, lalu disampaikan disidang BPUPKI pada tanggal 1 Juni 1945.

Demokrasi sebagai system deskriptif dari musyawarah mufakat sempat bergejolak ketika awal  mula diterapkan  di era orde lama.  Politikus parlemen lebih banyak bertikai mengenai landasan negara, sehingga banyak program pembangunan dan program legislasi nasional yang tak berjalan. Hal ini yang kemudian membuat Bung Karno menganggap demokrasi yang dipakai saat itu terlalu liberal dan mengeluarkan dekrit  Presiden  pada  5  Juli  1959  tentang  pembubaran  Parlemen  yang  berimplikasi berubahnya Indonesia menuju system demokrasi terpimpin.

Semenjak   orde   baru   runtuh,   Indonesia   terus   berbenah   menuju   negara demokratis yang ideal. System kenegaaran yang diperkuat adalah presidentialisme multi partai. System presidential adalah system yang di mana Presiden berkedudukan sebagai Kepala Negara sekaligus Kepela Pemerintahan, Kabinet berada di bawah kendali Presiden  dan  bertanggung  jawab  terhadap  Presiden.  System  ini  banyak  dianut  di Amerika latin. Salah satu indikator kuat dilaksanakannya system ini adalah diselenggarakannya pemilihan umum sebagai impelementasi system perwakilan: baik legislatif ataupun eksekutif. Oleh karena itu, dalam system ini, baik Presiden, Gubernur, Bupati atau jajaran ekskutif dan jajaran legislatif dipilih secara langsung oleh rakyat.

Pemilu tahun 1955 merupakan Pemilu  yang pertama dalam sejarah bangsa Indonesi setelah merdeka, tepatnya terjadi pada kabinet Burhanuddin Harahap. Sebenanrnya pemerintah telah berupaya untuk melaksanakan pemilu pada 1946, tetapi karena beberapa hambatan, akhirnya baru bisa terlaksana pada 1955. Sampai saat ini pemilihan umum di Indonesia sudah berlangsung 11 kali. Mulai pemilu yang pertama tahun 1955; 1971; 1977; 1982; 1987; 1992; 1997; 1999; 2004; 2009; dan yang terakhir tahun 2014.

Pemilu berlandaskan terhadap Undang-undang Dasar 1945 Pasal 1 ayat (2) yang menyatakan bahwa kedaulatan berada di tangan rakyat dan dilaksanakan menurut Undang-undang Dasar. Sedangkan ketentuan secara khusus mengenai pemilu diatur dalam Pasal 22E ayat (1) hasil dari amandemen ketiga yakni: pemilihan umum dilaksanakan  secara  langsung,  umum,  bebas,  rahasia,  jujur  dan  adil  setiap  5  tahun sekali.6
Operasionalitas dari Pasal 22E tersebut diatur dalam UU No. 12 taun 2004 tentang pemilu legislatif tentang mengakomodasi pelaksanaan pemilu untuk memilih anggota DPR, DPD, dan DPRD; dan UU No. 7 tahun 2017  tentang Pemilu untuk memilih Presiden dan Wakil Presiden; dan Undang-Undang No. 10 tahun 2016 tentang Pilkada.

Meski Indonesia telah melaksanakan pemilu terhitung sebanyak 11 kali, tetapi permasalahan utama dari pemilu ke pemilu tetap sama: yakni adanya money politcs. Money politics merupakan bentuk penghiyanatan dari Pasal 22E UUD 1945 yang mensyaratkan  dilaksanakannya  pemilu  secara  jujur.  Bentuk  kejujuran  yang dimaksudkan bisa jadi adalah rakyat benar-benar paham dan mengerti mengenai calon yang akan dipilih; mengerti program-program yang disodorkan; kemudian mereka memilih dengan hati nurani.

Money Politics: Pemicu Demokrasi Semu

Money politics adalah perilaku melanggar hukum yang biasa digunakan oleh politisi dalam pemilu, baik dalam tingkat nasional ataupun regional. Hal tersebut biasa dilakukan dengan beberapa cara: mulai dari pemberian barang atau uang kepada para kader partai agar kader tersebut bersedia mengusung yang bersangkutan; pemberian materi terhadap masyarakat agar yang bersangkutan dipilih dalam pemilu; pemberian materi dari para pengusaha untuk kelompok tertentu berdasarkan kolusi-kolusi; penyalahgunaan wewenang dan fasilitas negara untuk mengundang simpati kelompok tertentu.
Biasanya, dalam praktek money politics ini ada beberapa tahapan pendanaan yang dilakukan. Mulai dari uang perkenalan; uang pangkal; uang untuk fraksi sebagai mahar; hingga uang untuk masyarakat yang menjadi sasaran.

Disamping itu, terkadang para kandidat yang maju ini melakukan lobi-lobi politik terhadap anggota dewan menggunakan uang pangkal, uang pangkal ini disertai dengan janji apabila mereka terpilih maka mereka akan melunasinya.Jika dibiarkan, money politics akan merusak sendi-sendi demokrasi. Hal ini disebabkan karena tujuan Pemilu menjadi nonsense. Esensi diadakannya Pemilu secara langsung  oleh  rakyat  adalah  untuk  melahirkan  pemimpin  dan  wakil  rakyat  yang berkualitas dan kompeten tidak akan tercapai, karena nurani rakyat telah diintervensi dengan pundi-pundi materi.
Oleh karena pemilihan dilakukan dengan cara yang tidak benar, kemungkinan besar pemimpin yang terpilih adalah mereka yang berwatak tidak benar. Hal ini akan berimplikasi terhadap masa depan wilayah yang akan dipimpinnya dalam 5 tahun ke depan. Dalam negara berdemokrasi, sekali saja pemimpin curang menguasai negara demokratis yang notabene penuh dengan celah untuk melakukan penipuan birokratis, maka secara otomatis celah tersebut akan semakin menganga lebar di masa yang akan datang. Oleh sebab itu dibutuhkan strategi jitu yang dapat memutus rantai implikatif money politics, sehingga tujuan pemerintahan yang baik (good government) yakni kebaikan bersama (common good) dapat tercapai.

The General Way to Change

Secara umum praktek money politics yang ada bukan tidak mungkin untuk dinetralisir, atau setidaknya bisa diminimalisir secara maksimal. Melangkah bersamaan dengan semakin dewasanya kehidupan berdemokrasi di Indonesia, cara-cara untuk menekan praktek money politics sedikit demi sedikit mulai direalisasikan. Meskipun ada beberapa hal yang sifatnya kontroversial yang butuh untuk dikaji dan dievaluasi ulang. Beberapa cara yang secara umum dapat menekan praktek tersebut sebagaimana disebutkan di bawah ini:

Pertama,  transparansi  dana kampanye.  Transparansi  dalam  dana kampanye bertujuan untuk memudahkan pelaksana pemilu dalam megaudit dana kampanye kandidat calon. Dengan transparansi ini kemungkinan besar panitia pelaksana pemilu dapat mengetahui sumber dan tujuan dari mana dan ke mana dana kampanye didistribusikan. Pada Pasal 203 Undang-undang No. 7 Tahun 2017  tentang Pemilu sumber dana kampanye  berasal dari: Pertama,  Pasangan Calon  yang bersangkutan; kedua, Partai Politik dan/atau Gabungan partai  politik  yang mengusulkan pasangan Calon; dan – ketiga, sumbangan yang sah menurut hukum dari pihak lain.

Di Pasal tersebut diuraikan bahwa salah satu sumber dana kampanye boleh berasal dari sumbangan. Pasal ini akan memberikan dampak positif terhadap kandidat calon  karena  dapat  membantu  campaign  finansialisme.  Namun  di  sisi  lain,  Pasal tersebut akan sangat menghawatirkan terhadap kehidupan politik dalam prakteknya di lapangan. Bisa jadi sumbangan-sumbangan yang masuk ialah berasal dari para konglomerat dengan beberapa kompromi berupa kolusi. Dampaknya, ketika pasangan calon  sudah terpilih,  dia akan  terikat  dengan  kolusi-kolusi  borjuis  yang pasti  akan merugikan masyarakat.

Kedua, perketat regulasi dan prioritaskan kedudukan hukum diatas politik. Meskipun beberapa Perundang-undangan mengenai money politics semakin berjalan ke arah positif. Namun dalam implementasinya, penegakan hukum masih kalah dengan otoritatif politik. Dalam Undang-Undang No. 10 tahun 2016 tentang Pilkada Pasal 187A yang pada intinya menyatakan siapapun yang memberikan uang atau materi kepada warga negara Indonesia baik secara langsung atau tidak langsung untuk mempengaruhi pemilih, maka berhak dipidana minimal 36 bulan dan maksimal 72 bulan dan denda paling sedikit 200 Juta dan paling banyak 1 Miliyar.

Undang-undang tersebut memang sengaja disiapkan untuk kontestasi politik di tahun-tahun berikutnya. Namun dalam kenyataannya tidak menutup kemungkinan jika nantinya Panitia Pelaksana Pemilu baik Bawaslu ataupun Komisi Pemilihan Umum menemukan beberapa temuan kecurangan dalam pemilihan akan sia-sia. Hal ini bisa terjadi apabila partai politik melakukan tekanan-tekanan politis. Lebih-lebih apabila temuan kecurangan tersebut dilakukan oleh partai-partai yang kuat. Hal ini biasa terjadi di dalam negara demokratis dimana otoritatif politik berada di atas hukum.

Modifikasi  Proporsional  Representation  List  System  sebagai  penggerus  money politics.

Ada beberapa system  yang biasa dipakai dalam pemilihan umum.  System- system tersebut merupakan system perhitungan suara yang biasanya dilakukan untuk menghitung  suara-suara  sah  rakyat  yang  masuk  sehingga  bisa  dikonversi  menjadi jumlah kursi di Parlemen, baik tingkat nasional ataupun regional. Dua system besar dalam pemilu adalah system proporsional dan system distrik. Dua system ini merupakan salah satu system yang dipakai di beberapa negara, tapi tidak secara komparatif. Artinya beberapa  negara  memakai  salah  satu  system  di  antara  system  tersebut  dan  tidak memakai system yang lain. Karena memang sebenarnya dua system tersebut adalah sub system  yang berasal dari system  yang berbeda.  Salah satu sub system  dari system proporsionial adalah Proporsional Representation List System.

Proporsional Representation List System adalah salah satu system yang di dalam system Proporsional yang mana salah satu metode dalam system ini adalah partai menyajikan nama-nama kandidat, kemudian pemilih akan memilih partai, dan partai dengan suara terbanyak akan mendapatkan kursi berdasarkan nomor urut kandidat di kertas pemilihan yang diatur oleh partai. Oleh sebab itu, kemungkinan besar kandidat yang akan terpilih pada system ini adalah kader-kader partai yang kompeten, sehingga diberikan nomor urut tertinggi oleh partai.
Dalam prakteknya, apabila list system dilaksanakan dengan beberapa modifikasi, maka akan sangat berguna untuk menghapus praktek money politics, karena secara otomatis, system tersebut akan memberi batasan terhadap pencalonan anggota dewan  yang maju  bukan  hanya berdasarkan  kemampuan  finansial  saja.  Pencalonan anggota dewan akan diperketat berdasarkan kaderisasi oleh partai yang notabene sudah dididik dengan materi-materi platform kepartaian.

Disamping itu, terpilihnya anggota juga bukan berdasarkan suara terbanyak yang diperolehnya, melainkan karena suara terbanyak secara umum yang diperoleh partai. Otomatis calon-calon yang akan maju dalam pemilihan anggota dewan tidak akan menempuh praktek money politics, karena suara yang diperolehnya secara pribadi tidak menentukan dapat tidaknya dia menjadi anggota dewan.
Hal ini bisa diimplementasikan dalam pemilihan kepala Daerah dan pemilihan Presiden. Salah satu caranya adalah suara terbanyak tidak hanya didasarkan pada suara terbanyak pemilih pada saat itu. Melainkan juga ditambahkan dan dibagi dengan perolehan suara partai pendukung. Sehingga suara masyarakat pada saat pemilu atau pilkada bukan merupakan suara utama untuk bisa memenangkan pemilihan. Melainkan suara yang sifatnya fakultatif. Oleh sebab itu, usaha-usaha untuk mencapai kemenangan dengan praktek money politics akan dapat tergerus, karena para kandidat sadar bahwa suara yang akan dibeli bukan satu-satunya cara untuk memperoleh kemenangan, karena juga harus dikomparasikan dengan suara sah partai yang notabene juga dipilih oleh rakyat dengan metode list system.

Adapun metode pembagian dapat digunakan dengan berbagai cara: bisa jadi suara  pemilu  saat  itu  dan  suara  partai  pendukung  dibagi  menjadi  50:50,  atau  bisa dengan perbandingan 75:25, atau dengan system perbandingan yang lain. Dengan cara ini, otomatis antara pemilihan calon legislatif dan pemilihan umum atau daerah bukan berdasarkan suara bulat pemilih pada saat itu, melainkan didukung oleh faktor-faktor yang lain.

Hal   lain   yang   perlu   diterapkan   adalah   negara   perlu merahasiakan tempat pemilihan daftar pemilih tetap. Artinya hanya individu pemilih yang mengetahui di mana dia akan melakukan pencoblosan. Hal ini dimaksudkan agar supaya kandidat-kandidat yang biasanya melakukan praktek money politics tidak mengetahui secara jelas di mana letak tempat pemilihan individu atau golongan yang akan dibeli suaranya. Karena biasanya, kandidat yang melakukan praktek money politics mengalkulasi hasil pembelian suara berdasarkan tempat pemilih tetap yang sudah terjadwal dengan rapi. Dengan demikian, maka kandidat pelaku money politics tidak akan bisa mengalkulasi dan melakukan perhitungan jumlah suara yang dibeli. Sehingga hal  ini  akan  sangat  bermanfaat  untuk  menggerus  praktek-praktek  money  politic  ke depan

Share:

Kecanduan Ceremony

Addohir yadullu alal bhatin (sisi luar adalah indikator dari sisi dalam). Pepatah arab tersebut hanyalah representasi dari beberapa peristiwa saja, tidak bisa dianggap sebagai teori umum sebagai pedoman untuk membuat persepsi, mengatasi masalah, atau membuat solusi. Melihat sisi luar sangatlah penting, karena dari sini tanda-tanda akan apa yang ada di dalam bermunculan. Jika dikaitkan dengan manusia, maka sisi luar tersebut bisa meliputi tatakrama, cara berbicara, cara berbusana, dan lain-lain. Besar kemungkinan orang yang halus dalam berbicara, selalu tersenyum, rapi dalam berbusana, adalah menunjukkan apa yang ada di dalam hatinya. Namun sebagaimana yang disebutkan di awal, teori ini tidak bisa dipakai untuk semua realita. Durian yang tampilan luarnya terdiri dari berbagai duri tajam dan bau yang sangat menyengat, ternyata rasanya banyak membuat orang ketagihan. Sedangkan buah pare, yang bentuk tubuhnya indah menawan, lunglai semampai, ternyata rasanya sangat pahit di lidah. Demikian juga jika coba dilihat dari realita yang berbeda. Durian yang rasanya bisa membuat ketagihan, ternyata resiko penyakitnya cukup besar. Sedangkan pare meskipun rasanya pahit, tapi manfaat dan faidahnya sangat baik untuk kesehatan.

Artinya manusia tidak boleh melihat segala sesuatu yang dihadapinya hanya dari satu sisi saja, tapi dia harus melihat dari berbagai sisi. Karena sikap dan sifat yang melekat pada apapun terkadang cenderung tergantung dari bagaimana manusia melihatnya. Maka dari itu, ketika manusia sudah tidak menemukan celah yang baik dari suatu sisi, dia harus melihat dari sisi yang berbeda, jika ternyata masih belum mendapatkan celah, maka dia harus mencoba melihat masalah tersebut dengan kacamata yang berbeda.

Dalam hal agama pun, sisi luar atau seremoni merupakah parameter dari keabsahan suatu ritual. Semisal, sholat. Khusu’ ataupun tidak, asalkan syarat seremonialnya sudah dilakukan dengan baik, maka dia akan tercatat telah melakukan sholat. Namun tidak dengan orang yang tidak melaksanakan syarat seremoni, semisal dia tidak punya wudu’, maka sekhusu’ apapun sholatnya, dia tetap tidak dianggap telah melakukan sholat. Hal seperti ini adalah bagian terpenting dalam agama, karena walau bagaimana pun yang akan mengatur bagaimana tatakrama manusia dalam mengabdi kepada tuhannya ataupun pergaulan antar sesama manusia adalah dengan seremonialisasi.

Meskipun demikian, hal itu tidak bisa dianggap sebagai satu-satunya hal yang dibutuhkan. Ada hal yang lebih penting dari itu semua, yakni esensi. Esensi adalah inti dari segala sesuatu. seremoni dan esensi adalah dua bagian yang mempunyai keterkaitan dan saling membutuhkan. Tanpa seremoni, tidak akan tercapai esensi. Tanpa esensi, apalah arti ceremoni. Sebagai contoh, jika seseorang melakukan sholat, maka esensinya adalah bagaimana caranya agar sholatnya diterima sehingga bisa mendapat ridho yang maha kuasa. Jika hanya menjalankan syarat rukun, maka dia tidak akan mendapatkan esensi tersebut, karena agar sholat bisa diterima, dia harus fokus dalam menghadap dan khusu’ melakukannya, meskipun pada dasarnya tidak ada yang tau apakah sholatnya akan diterima ataupun tidak.

Secara umum manusia cenderung melupakan esensi dan mengagungkan seremoni. Padahal ceremony tanpa esensi terkadang hanya akan menghasilkan sesuatu yang mulgho saja, bahkan tidak jarang juga akan mengantarkannya ke jurang kehancuran. Oleh sebab itu, manusia harus bisa mengganti pola fikirnya yang cenderung seremonial manjadi lebih esensial. Dalam artian dia harus bisa lebih banyak mengubah persepsi terhadap realita, peristiwa, ataupun problem yang dihadapinya lebih kepada esensinya. Seperti yang jika direpresentasikan dalam sebuah pertanyaan adalah, apa tujuan sholat? Apa yang harus saya lakukan untuk mencapai tujuan tersebut? bukan hanya dengan pertanyaan seperti apakah syarat rukun sholat? Apakah sholat saya sudah sah? Atau jika coba dikorelasikan dengan dunia akademisi adalah, sebagai contoh, “Apa tujuan kuliah? Apa yang harus saya dapat dalam kuliah? Bukan hanya “Sekarang ada tugas apa?” “Kamu dapat nilai apa?” Sekarang masuk jam berapa? Dosennya siapa?
Hal-hal seremonial seperti itu tidak boleh dijadikan prioritas dalam melakukan sesuatu, karena jika coba dikomparasikan antar jawaban dari pertanyaan di atas, tentu memiliki orientasi yang  berbeda. Semisal jawaban dari pola pikir seremonial, syarat rukun sholat adalah bla bla bla, sholat saya sudah sah, sekarang ada tugas bla bla bla, saya dapat nilai bla bla bla. Jawaban yang demikian hanya akan mengantarkan manusia pada titik tersebut, tidak lebih.

Sedangkan dalam jawaban dengan pola pikir esensial dia akan menemukan banyak jawaban, bahkan sub-sub jawaban. “Tujuan saya sholat agar saya diterima dan mendapat ridho Allah”, sehingga dia akan mempersiapkan segalanya agar sholatnya diterima, bahkan melakukan banyak hal selain sholat agar mendapat ridho Allah. Atau “tujuan saya kuliah agar saya bisa mendapat kesuksesan dan membahagiakan orang tua.” Dari jawaban tersebut, manusia tidak hanya terpaku pada satu cara, karena jawaban tersebut merupakan titik puncak mengapa pekerjaan tersebut harus dikerjakan, bukan hanya bagaimana cara dia mengerjakannya.

Artinya jika dalam kuliah tujuannya adalah kesuksesan. Maka orang yang esensial bukan hanya berbicara mengenai bagaimana caranya masuk kelas dan mendapatkan nilai yang baik, tapi bagaimana caranya dia sukses. Dengan hal tersebut tentunya  kran aktivitas dan kreativitasnya semakin terbuka, karena dia akan melakukan banyak hal yang dapat mengantarkannya pada kesuksesan, bukan hanya melakukan perkuliahan saja.

Dengan pola pikir tersebut celah dan cara bagaimana agar bisa mendapatkan apa yang dituju akan semakin terbuka. Bisa dengan cara A, B atau C, sehingga tujuan bisa lebih gampang terlaksana. Seandainya tujuan tidak terlaksanapun, dengan banyak jalan yang sudah dilaluinya, dia bisa menggapai hal-hal lain yang secara esensial sama. Berbeda dengan yang seremonial, tujuannya saja hanya di pelupuk mata dan cara yang dilaluinya pun hanya fokus pada satu titik, sehingga kurang begitu bisa membuka kran kreativitas yang dapat mengantarkannya menuju banyak jalan.

Share:

Habibie and East Timor

Habibie and East Timor

East Timor is a part of Timor island, the territory of Nusantara.  Since the age of colonialism, East Timor was colonized by Portugis. In 1915 Netherlands and portugal agreed to dividing Timor Island into 2. West timor to be a part of Hindia Belanda and East Timor still colonized by Portugal. Until about 1970 portugal left East timor, because it has happened a fluctuation in Portugal, then there was nothing government in east Timor, in 1975 western urge Indonesia to do the invasion of east Timor so as not the basic of communist and as the effort to bring peace after a spate of civil war.

After that in 1976 through TAP MPR, Indonesia established that east timor became part of The Republic of Indonesia. since then, indonesia has always got an international outry, one of them is about colonization and the violation of human right.

The fall of Soeharto’s government make Habibie as a President, there was several differences between Habibie and Soeharto. Soeharto’s thinking was formed in military world, he was one of the warriors of indepence of Indonesia. At the beginning, of his goverment he is always supported, because he has dropped the dictatorship Soekarno’s government. He always create a construction, untill called the father of construction, but a lot of construction built in Java Island. That case creats the people of outside Java consider it unfair.

When habibie became as a President, he creat many regulations to delete it. Habibie makes an autonomous region, when the region can rules their area themselves. Habibie also makes the growing of democracy, he published the regulation about press, so that, organization of press grows and more and more. Much democarcy planning appear, for example, direct election to select a President, the establishment of anti-corruption agencies, and others. Even Habibie see that planning can be impelemented after several years.

If we look at the background of Habibie, we can got the answer of question, why did Habibie waive East Timor, psychologically. Since young Habibie went to Europe, maybe, there, his thingking about democracy and human right develop. So, when he look at East Timor, he did not only look through spectacles of unity of Indonesia as well as the views of Military, including Soeharto (the former President before Habibie). But, he look through spectacles of democracy and human right.

Historically, The republic of Indonesia was formed by the fate similarity between several ethnic and teritory in nusantara, through proclamation in 17 August 1945, Indonesian people declare the independence from colonialism. But not East Timor. In that time East Timor is still colonized by Portugal.
In addition, the goverment also see that East timor should not be a sustainable problem to Indonesia. since East Timor entered to teritory of Indonesia, 93% funding is from the centre goverment and the rest from region goverment.

“Indonesia has entered to new era, reformation. The east timor problem must be finished before the election President in 1999. So that, If east Timor people want to join and develop with Indonesian people, Indonesia always open his door, but if they don’t want, indonesia will ready to consider east timor as a good neighborhood and good friend.” So Says Habibie. In fact when a referendum, East Timor People almost 75% voted for independence.

The obligation of Habibie to do the referendum (jajak pendapat) in 30 August 1999 has invited a contradiction, a lot of Indonesian people prevented, including much of politican. Politican used these opportunitys to attack Habibie. So, in the speech of accountability in MPR council, his speech was prevented through voting. Even there was nothing relationship between his speech in MPR council and turned the candidacy of president. Habibie select to retreat. Because he has felt if his speech is prevented it is showed that he has failed as a President.

Then, when the middle of night, some elites of partys (Amin Rais, Akbar tanjung, Hamzah Haz, Marwah daud and others) came to his house, they asked him to run again as President in election, but he prevented. And the stonger candidate is Megawati from PDIP. So that democracy always impelement. Habibie ask them to run as a President. Amin prevented and he believe Gusdur, the Habibie asked Akbar Tanjung, he also prevented. Finally, the choice was felt to Gusdur. And the voice of Golkar party in Parlemen is gave to Gusdur. Then, Gusdur was selected as a President of Indonesia.

It is Habibie, because their obligation to effort a democracy. He has released his post as a president of Indonesia. then, he deserves to be called the father of democracy. 

This note taked from the book memorandum Habibie. “Detik-detik yang menentukan: Jalan Panjang Indonesia menuju Demokrasi”

Share:

Mengemas Organisasi

Mengemas Organisasi

Unsur pokok yang tidak bisa dihilangkan dari kemajuan suatu organisasi ada tiga. Etos Kerja, managemen, dan sarana pra sarana. Tiga hal tersebut bersifat imperatif, artinya masing-masing unsur harus benar-benar diaplikasikan demi tercapainya esensi organisasi. Salah satu unsur saja tidak direalisasikan, maka progres organisasi akan cukup sulit tercapai. 

Etos kerja merupakan semangat menjalankan kewajiban sesuai dengan porsi tugas organisasi. Organisasi yang setiap anggotanya mempunyai etos kerja yang baik, maka prospek menuju kemajuan juga akan sangat mudah dicapai. Namun dalam konteks etos kerja, semangat saja tidak cukup, karna dinamisme kehidupan dewasa ini cenderung kompetitif, jika hanya mengandalkan semangat bekerja tanpa dibubuhi stimulus yang lain, maka niscaya akan tertinggal dengan mereka yang mempunyai lebih banyak stimulan. Stimulasi disini ibarat beberapa varian penyedap, yang apabila tidak dituangkan maka rasanya akan hambar dan tak laku jual.

Salah satu varian tersebut adalah inovasi. Inovasi adalah pembaharuan atau pengenalan hal-hal baru. Tanpa inovasi, suatu organisasi akan tertinggal dari dinamisme perkembangan zaman dan hidup dalam stagnasi. Salah satu kiat untuk mencapai inovasi adalah; Pertama, tidak pernah merasa puas pada sesuatu yang telah diraih. Kedua, tidak terlalu terpaku pada aturan dan kebiasaan. Ketiga, bermusyawarah dengan mengumpulkan banyak tenaga dan pikiran.

Hal lain yang juga harus tewujud dalam ranah etos kerja adalah keberanian. Bisa jadi seseorang mempunyai banyak kreatifitas, inovasi dan ide-ide canggih, namun jika dia tidak punya keberanian untuk berusaha mengemukakan dan mewujudkannya, maka hal itu hanya akan bersemayam dalam angannya dan mati dalam peraduan. Sebanyak apapun ide pembaharuan yang dimiliki, jika tidak diselingi dengan keberanian, maka sama saja dia telah melahirkan kesia-sian. Dia juga telah menghianati anugerah karena telah membuang kesempatan emas tercapainya  perubahan. Berani akan menjadi pintu bagi masuknya segala macam pembaharuan. Revolusi, reformasi dan perubahan penting di negara mana pun tidak akan pernah terjadi tanpa disulut oleh keberanian.

Poin terakhir adalah Komunikasi dan interaksi. Kiranya komunikasi dan interaksi disini tidak perlu dipertanyakan lagi urgensinya, karena manusia cenderung lebih gampang diajak bekerja sama dengan komunikasi dan interkasi yang aktif, daripada hanya sepenggal dua penggal perintah atau ajakan, yang disematkan dengan kerutan dahi. Komunikasi menjadi penting peranannya karena dari sinilah kemudian akan muncul team work yang baik.

Manajemen bukan hanya kodifikasi regulasi dari sebuah organisasi. Lebih dari itu, kebiasaan umum yang diterapkan para anggota juga merupakan bagian dari manajemen.

Jika organisasi diibaratkan sebagai tubuh manusia yang sempurna, maka tubuh manusia merupakan organisasi dengan managemen yang sangat baik. Sebagaimana apa yang telah dikaji oleh Harun Yahya bahwa setiap manusia memiliki tubuh dengan keselarasan yang sangat sempurna. Manusia mempunyai tubuh yang delapan kali lebih besar dari kepala, dengan muka tiga kali lebih panjang dari hidung, jarak antara dua mata sebesar satu mata, demikian pula perbandingan antara tangan dan kaki diukur dengan sebaik-baiknya. Bagaimana keadaannya jika kepala manusia 1/3 dari tubuh manusia, atau besar hidung manusia setengah dari besar muka. Demikian juga, ketika perut terasa lapar, maka tangan akan berusaha membantu mendorong makanan ke mulut, gigi berusaha mengunyah agar mempermudah proses pencernaan, organ tubuh bagian dalam akan mengubah makanan menjadi  nutrisi, yang kemudian juga akan bermanfaat untuk menggerakkan tangan dan organ yang lain. Jika organisasi dapat dijalankan sebagaimana tubuh manusia, dengan keselarasan masing-masing organnya dan kerja sama tim yang begitu baik, maka niscaya organisasi akan mudah menggapai esensi sebagaimana yang diorientasikan.

Secara tidak langsung managemen organisasi yang baik juga akan membangun kualitas sumber daya manusia yang baik pula. Manajemen tidak harus melulu berupa peraturan, prosedur, sanksi ataupun hak dan kewajiban. Tapi lebih dari itu, manajemen harus bisa didesign dan diaplikasikan sebagai rekan kerja masing-masing anggota organisasi, sehingga seberat apapun tugasnya, mereka tetap bersemangat dan tidak begitu merasa terbebani. Manajemen dengan pola seperti ini memungkinkan organisasi akan lebih cepat menuju arah pembaharuan.

Disamping itu, managemen seharusnya juga tidak selalu berbicara mengenai regulasi yang mengekang, namun juga harus memuat komponen yang menjadikan semangat kerja anggota menjadi lebih tinggi. Salah satu contoh kecilnya adalah dengan banyak memberikan penghargaan bagi anggota yang mempunyai kelebihan dalam menjalankan tugasnya, menerapkan system kerja sama untuk setiap tugas yang ada, dan memasukkan hal-hal yang menunjang kedekatan emosional antar anggota sebagai program utama.

Sarana pra sarana merupakan langkah terakhir dalam mewujudkan organisasi yang progres. Beberapa pihak tentu akan mengesampingkan poin ini dan pihak yang lain akan tetap bersikukuh. Hal ini dikarenakan fasilitas atau sarana pra sarana merupakan unsur yang dengan sangat mudah diwujudkan apabila dua poin diatas telah direalisasikan dengan baik. Namun kenyataannya dalam mewujudkan dua unsur diatas juga memerlukan peranan dari sarana pra sarana. Sarana pra sarana yang tidak memadai akan menimbulkan terhambatnya progresifitas organisasi.

Target yang seharusnya bisa tercapai dengan efisien, karena minimnya fasilitas bisa berdampak pada  terhambatnya tujuan.  Demikian juga, meskipun managemen tidak begitu beraturan, jika sarana dan pra sarana ditunjang, kiranya hal itu bisa menjadi jalan alternatif untuk efisiensi tujuan.  

Tiga hal dan subpoin sebagaimana yang disebutkan diatas tidak akan pernah luput dari pengaruh kualitas kepemimpinan pemimpin organisasi. Pemimpin sebagai kepala tempat dimana otak berada, mempunyai kewajiban dan tanggung jawab penuh untuk mengarahkan organnya kemanapun yang ia kehendaki, baik melangkah jauh kedepan melewati kompetitor yang lain, atau berdiam diri dengan melihat kompetitor melenggang bebas melampaui batas. Maka seorang pemimpin harus memiliki visi misi yang jelas dan terfokus. Pemimpin harus bisa mensosialisasikan visi misinya kepada para anggota dengan semangat yang membara, hal ini bertujuan agar orientasi  organisasi dapat dipahami bersama, karena visi misilah yang akan menjadi rel pacuan kemana organisasi akan diarahkan.

Kiranya visi misi Robert Woodruff, Presiden Coca cola, sudah menjadi bukti nyata, dia mengatakan “In My generation it’s my desire that everybody should taste coca cola” (Dalam generasiku adalah keinginanku bahwa setiap orang harus merasakan coca cola). Realitanya, memang disepanjang sudut dunia, Cocal Cola selalu bisa ditemukan dimana-mana.

Di samping visi misi sebagai faktor explisit yang harus diterapkan dan diexplorasi oleh pemimpin organisasi kepada seluruh anggota. Ada pula hal implisit yang harus benar-benar diaplikasikan dan dijaga kerahasiannya, hal tersebut adalah doktrinasi. Doktrinasi adalah sebuah proses agar setiap anggota bisa menyatu dan merasa memiliki terhadap organisasi. Sehingga problem sekecil apapun yang menimpa organisasi, mereka turut merasakan dan andil untuk membuat perubahan. Namun hal ini harus dilakukan secara geriliya.

Sebisa mungkin proses doktrinasi harus dibingkai dengan sebaik-baiknya. Banyak contoh bagaimana kekuatan doktrinasi bisa benar-benar memantik totalitas anggota. Bahkan dengan doktrinasi yang baik, bisa jadi seorang anggota akan mempertaruhkan nyawanya.

Sebagaimana di tahun 2003, Dani remaja lulusan SMA, yang bersedia meledakkan dirinya di Hotel Marriot karena doktrin Jihadisme. Doktrinasi bisa dilakukan dengan memberikan narasi dari sudut pandang manfaat dan keunggulan organisasi dan menanggalkan sudut pandang yang lain, atau bisa memakai persuasi dengan memberikan deskripsi bagaimana senior organisasi dahulu yang telah sukses mengukir sejarah. Kiranya jika hal-hal tersebut benar-benar di terapkan, bukan tidak mungkin jika suatu saat organisasi bisa melampaui batas visi-misi yang dicita-citakan.

Share:

Konsep Negara dan Manusia

Konsep Negara dan Manusia

Globalisasi yang digulirkan setelah perang dunia ke-dua telah memberikan perubahan signifikan pada dunia, khususnya dalam pergaulan internasional, baik hubungan diplomatik antar negara, kerjasama ekonomi, keamanan dan lain-lain. Hal ini berdampak pada kesejahteraan hidup umat manusia. Globalisasi merupakan salah satu alasan terkuat dari kemajuan dunia global saat ini. Robin Meredith dalam bukunya “Menjadi Raksasa Dunia, Fenomena Kebangkitan India dan China” menyebutkan bahwa sejatinya unsur yang bisa memberikan kemajuan pada dunia adalah 65% dari pergaulan global, 20% dari technology, dan 15% dari kekayaan alam.

Paparan tersebut mengindikasikan bahwa kemajuan negara-negara di dunia bukan hanya karena disebabkan oleh sumber daya alam dan manusia yang dimiliki, tapi juga sangat tergantung dari pergaulannya dengan negara-negara yang lain.

Secara umum, tujuan didirikannya negara adalah untuk mensejahterakan rakyat. Sejahtera di sini bisa meliputi berkecukupan dalam hal ekonomi, keamanan yang terjamin dan hak  bersama yang terjaga. System kenegaraan yang dipakai untuk mewujudkan hal tersebut terbilang beragam, mulai dari demokrasi, otoriter, monarki, fasisme, dan lain-lain. Demikian juga system ekonomi politik, berupa komunisme dan kapitalisme.

Sebagai instrumen progresifitas kemajuan, system-system sebagaimana yang disebutkan tidak dapat dikatakan bahwa yang satu lebih unggul dari yang lain. Hal ini karena perbedaan orientasi, tradisi dan tujuan rakyat yang ada di dalamnya. Sebut saja China, sebagai negara otoriter dibawah partai tunggal komunis, ekonomi rakyat cukup terjamin, bahkan sangat melejit sampai 6,9%. Jauh di atas Amerika sebagai negara yang paling demokratis di dunia dengan pertumbuhan hanya sebesar 3%. Demikian juga Indonesia.

Meski demikian, tidak dapat disimpulkan bahwa system yang diberlakukan di China lebih baik dari Amerika, ataupun Indonesia. Ekonomi di China boleh melejit tinggi, isi dompet Chinese boleh berisi buntalan uang, namun di dalamnya tidak ada kartu untuk memilih secara langsung pemimpinnya. Demikian juga Arab Saudi, boleh saja masyarakatnya hidup sejahtera, tapi mereka tidak berhak menentukan arah negara, apalagi bercita-cita menjadi salah seorang pimpinannya.

Berbeda dengan Indonesia, dengan masyarakatnya yang selalu menuntut kebebasan berpendapat dan penerapan hak asasi manusia, rakyat Indonesia memilih systemnya sebagai negara yang demokratis dan mengedepankan kompromi konsensus sebagai akar dari segala kebijakan. Sehingga masyarakat berhak menentukan hukumnya sendiri, dan semua orang berhak atas jabatan apapun didalam pemerintahan, meskipun dalam hal ekonomi, progresnya tidak seceapt China.
 

System demokrasi dan otoriter sangat jauh berbeda. Dalam negara berdemokrasi, kebebasan pers terjamin, hak-hak masyarakat menjadi prioritas, hak asasi manusia selalu menjadi topik utama. Meskipun terkadang sampai melampaui batas. Sedangkan dalam negara otoriter, kacamata yang dipakai ialah kemaslahatan negara sebagai tujuan utama secara mutlak. Baik untuk kemajuan ataupun keamanan. Selain daripada itu adalah second urgent. Sehingga apabila ada individu yang merasa dirugikan atas kebijakan negara, atau apabila ada hak asasi manusia yang terjarah, maka itu adalah second urgent setelah kepentingan negara.

Demokrasi memang akan menentukan hak setiap orang, tapi perlu disadari bahwa negara tidak hanya dihuni oleh segelintir orang dengan hasrat dan keinginan yang sama, melainkan oleh banyak kalangan dan berbagai macam kepentingan. Negara dengan system demokrasi, kerap kali lambat dalam merencanakan dan mengekseskusi program karena doktrin kompromi konsensusnya.

Doktrin ini mewajibkan seluruh elemen sepakat dengan usulan program yang diajukan, jika belum ada kata sepakat, maka akan terus diperdebatkan dengan rasionalisasi, alasan dan kajian-kajian, sehingga bisa menyentuh kata mufakat. Apabila tetap tidak menemukan kesepakatan, biasanya akan dilakukan lobi, dan jalan terakhir adalah voting.

Dalam system ini, acap kali terobosan yang dirasa sudah sangat baik, gagal di laksanakan. Ketika negara mempunyai program yang bagus untuk perkembangan jangka pendek ataupun panjang, tapi ternyata ada segelintir pihak yang tidak sepakat karena kepentingannya terusik, maka atas dasar hak asasi manusia dia akan berontak, selanjutnya pers di negara tersebut akan memberitakan dengan sedemikian hebohnya, sehingga bisa membentuk opini kuat publik yang bisa memberikan penekanan yang intens, sehingga gugurlah program brilian tersebut.

Pada akhirnya, hanya segelintir program saja yang bisa berjalan, atau banyak program tapi memakan waktu yang cukup lama, karna harus menunggu kata sepakat dari semua pihak.

Dalam system monarki dan otoriter, kualitas pemimpin sangat menentukan maju tidaknya negara dengan system ini. Apabila pemimpinnya mempunyai integritas dan kreatifitas yang baik, maka dalam jangka waktu yang relatif cukup cepat negara ini bisa menjadi negara dengan kemajuan yang pesat. Namun apabila kualitas kepemimpinannya buruk, kemajuan hanya akan menjadi angan di setiap pikiran rakyatnya, karena pemimpin dapat melakukan penyimpangan apapun dan kapanpun yang lepas dari kontrol bersama.

Kabar baiknya adalah, ketika pemerintah menemukan celah program yang bagus untuk perkembangan negara, tanpa campur tangan siapapun, pemerintah dapat langsung mengekseskusi, akhirnya programpun bisa berjalan dengan lancar tanpa hambatan. Sehingga masyarakat secara umum bisa dengan cepat menikmati hasil dari program tersebut. Maka dalam negara monarki atau otoriter, kapabilitas, integritas dan visi misi seorang pemimpin sangat dibutuhkan.

Negara dan Manusia

Dalam kamus besar bahasa Indonesia, negara adalah organisasi di suatu wilayah yang mempunyai kekuasaan tertinggi yang sah dan ditaati rakyat. Artinya bahwa masyarakat yang ada di wilayah tersebut telah menyapakati tatanan yang ada dalam pendirian negara tersebut. Tidak ada patokan yang khusus mengenai syarat pendirian suatu negara, baik dari segi kuantitas dan homogenitas masyarakatnya ataupun luasan geografisnya.

Tidak ayal jika dalam suatu negara terdapat banyak hegemonitas, baik ras, suku, warna kulit, bahasa, budaya, agama dan lain-lain. Hanya segelintir negara saja yang seluruh masyarakatnya homogen. Bahkan berdasarkan hukum, pemberontak yang berhasil p Artinya, berdasar perbedaan ini, konsep negara dengan segala macam nasionalisme yang ada di dalamnya adalah abstrak.

Padahal, konsep negara telah membuat manusia berfikir terpetak-petak dan egois. Masyarakat suatu negara akan melakukan apapun untuk harkat martabat negaranya, meskipun dengan cara mengambil hak masyarakat lain di belahan negara yang berbeda. Manusia cenderung menganggap negaranya adalah satu-satunya hal yang harus dijaga. Tidak peduli apakah yang dilakukan akan merugikan manusia lain di negara yang berbeda.

Sebut saja negara-negara kolonial masa lalu, mereka mengekspansi kekayaan negara-negara lain, melupakan sisi kemanusiaan dengan tujuan untuk memenuhi kebutuhan dan memajuan negaranya sendiri. Padahal, manusia yang ada di negaranya ataupun di negara lain adalah sama, baik hak asasi, perasaan, ataupun kebutuhannya.

Banyak contoh dari hal tersebut, sebagaimana Amerika membombardir negara timur tengah karena mengincar minyaknya, mengingat kebutuhan minyak di negaranya yang berkisar 20 Juta barel perhari. Banyak sekali korban berjatuhan dan pihak yang dirugikan.

Perubahan-perubahan tersebut dapat dilihat dari bagaimana negara-negara di Eropa yang  masyarakatnya bisa melakukan apa saja, pendidikan terjamin, fasilitas terpenuhi, dan lain-lain. Sedangan di belahan dunia yang lain, di negara-negara miskin di Afrika semisal, banyak orang yang masih terbelakang,  tertinggal dan kelaparan.

Adanya negara seharusnya bukan menjadi terpetak-petaknya kumpulan ambisi egoisme suatu kaum untuk melahap kaum yang lain, melainkan hanya sebagai sarana agar suatu kumpulan kaum yang notabene berasal dari ras yang berbeda bisa berjalan beriringan bersama dan saling bahu membahu menuju kemajuan, baik dalam pendidikan, ekonomi dan lainnya.
Rasa nasionalisme harus ditanamkan pada setiap bangsa dari suatu negara, hal ini bertujuan agar semangat kompetitas dan kolaborasi antar negara bisa semakian membara yang akan berdampak pada kemajuan bersama antar negara. Nasionalisme atau cinta pada negara sendiri tidak boleh menjadi penyekat yang akan mengkotak-kotakkan, mengadu domba, dan memisahkan rasa persaudaraan antar umat manusia di negara yang berbeda.

Sejatinya setiap manusia harus mampu menjaga martabat dan kedaulatan negaranya sendiri namun dengan tetap menghormati hak dan kebutuhan negara yang lain. 

Share:

Icon Display

Dahulukan Idealisme Sebelum Fanatisme

Popular Post

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

Recent Posts

Kunci Kesuksesan

  • Semangat Beraktifitas.
  • Berfikir Sebelum Bertindak.
  • Utamakan Akhirat daripada Dunia.

Pages

Quote

San Mesan Acabbur Pas Mandih Pas Berseh Sekaleh